Polisi Tutup Percetakan Lokasi Penyekapan di Senen Selama Sterilisasi TKP
Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengambil langkah tegas dengan menutup sementara tempat percetakan yang menjadi lokasi penyekapan tiga orang karyawan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. P
Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengambil langkah tegas dengan menutup sementara tempat percetakan yang menjadi lokasi penyekapan tiga orang karyawan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar proses penyelidikan berjalan tanpa hambatan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri membenarkan adanya penutupan tersebut saat dihubungi media kami, Selasa (30/6/2026).
"Betul (percetakan) ditutup," kata Iptu Erlyn Sumantri.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, percetakan yang berlokasi di Jalan Kalibaru Timur, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat itu sudah dipasangi garis polisi sejak Jumat (26/6/2026). Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak berkepentingan selama aparat melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan bukti.
Kasus penyekapan yang menimpa tiga karyawan tersebut terungkap pada akhir pekan lalu. Meski detil kronologi masih terus digali, sumber di kepolisian menyebutkan para korban diduga disekap oleh sekelompok orang tak dikenal di dalam area percetakan. Hingga kini motif di balik aksi kejahatan itu masih diselidiki secara intensif. Para korban telah berhasil dievakuasi dan dalam penanganan pihak berwenang, meski kondisi terkini mereka belum dirinci lebih lanjut demi kepentingan pemulihan dan privasi.
Proses sterilisasi TKP, seperti yang dijelaskan Iptu Erlyn, mencakup sejumlah prosedur vital. Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) diterjunkan untuk mengidentifikasi sidik jari, mengumpulkan jejak DNA, serta menganalisis bukti digital termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Semua barang bukti potensial, seperti perabot yang mungkin rusak akibat perlawanan atau benda yang ditinggalkan pelaku, diamankan untuk diuji di laboratorium forensik.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tetangga sekitar percetakan dan rekan kerja korban, guna menyusun rekonstruksi kejadian. Jalan masuk menuju bangunan turut dipantau, dan beberapa titik di sekitarnya dipasang penghalang sementara untuk menjaga integritas TKP.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan tentang gerak-gerik mencurigakan di sekitar lokasi, terutama pada hari kejadian, untuk segera melapor ke Polres Metro Jakarta Pusat atau melalui kanal aduan resmi. Kerja sama warga diyakini mampu mempercepat pengungkapan motif dan penangkapan para pelaku.
Saat berita ini disusun, suasana di Jalan Kalibaru Timur terpantau kondusif. Meski aktivitas di percetakan terhenti total, lalu lintas di kawasan tersebut tetap berjalan normal. Beberapa petugas berseragam terlihat berjaga di depan bangunan untuk memastikan tidak ada warga yang melintasi batas garis polisi.
Polres Metro Jakarta Pusat berjanji akan menyampaikan perkembangan penyelidikan secara berkala kepada publik. Kasus ini menjadi perhatian lantaran tindakan penyekapan merupakan kejahatan serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Masyarakat pun berharap aparat dapat segera menuntaskan kasus ini sehingga memberikan rasa aman, terutama bagi para pekerja di kawasan percetakan dan industri sekitarnya.
Comments (0)