Bupati dan Sekda Kuansing Menghilang, KPK Usut Dugaan Info OTT Bocor
Lurusin.com, Jakarta – Upaya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berakhir ganjil setelah dua pejabat tingg
Lurusin.com, Jakarta – Upaya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berakhir ganjil setelah dua pejabat tinggi daerah, Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnaen, tidak berhasil ditemukan. Keduanya diduga menghilang sesaat sebelum tim penindakan bergerak, memunculkan spekulasi bahwa informasi rahasia penindakan telah bocor lebih dulu.
Dugaan kebocoran ini kini tengah diusut serius oleh KPK. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (30/6/2026), menjelaskan bahwa tim di lapangan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap keberadaan Suhardiman dan Zulkarnaen. Hingga berita ini diturunkan, posisi keduanya belum terdeteksi. KPK mendesak agar para pihak yang menghilang segera bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan hukum.
"Kami akan terus menelusuri informasi tersebut. Yang pasti memang tim melakukan pencarian kepada pihak terkait di antaranya Bupati dan Sekda yang sampai saat ini belum ditemukan posisinya," ujar Budi Prasetyo.
OTT yang digelar KPK di Kuansing diduga berkaitan dengan penanganan perkara dugaan korupsi di lingkungan pemerintah daerah setempat. Meskipun lembaga antirasuah belum memberikan detail kasus, biasanya operasi senyap ini menyasar aktivitas suap-menyuap, gratifikasi, atau proyek pengadaan barang dan jasa yang didanai APBD. Keberhasilan OTT sangat bergantung pada kerahasiaan informasi; bocornya rencana penindakan dapat menggagalkan penangkapan dan menghilangkan barang bukti penting.
Kondisi ini mengingatkan kembali pada sejumlah incident kebocoran OTT di masa lalu yang kerap memicu kontroversi dan memperumit kerja pemberantasan korupsi. Pimpinan KPK sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa kebocoran dapat berasal dari internal, eksternal, atau celah koordinasi antarlembaga. Oleh karena itu, penelusuran terhadap kemungkinan adanya pelaku yang membocorkan informasi akan menjadi fokus utama tim independen.
Di sisi lain, pihak Pemerintah Kabupaten Kuansing belum memberikan pernyataan resmi terkait hilangnya Bupati dan Sekda mereka. Aktivitas pemerintahan dikabarkan masih berjalan, meskipun publik dan DPRD setempat mulai mempertanyakan keberadaan kedua pejabat tersebut. KPK memastikan, proses penyidikan akan terus berjalan dan mengharapkan dukungan dari semua pihak, termasuk keluarga dan kolega dari mereka yang menghilang, untuk memberikan informasi yang dapat membantu tim di lapangan.
Dengan belum ditemukannya dua tokoh penting ini, publik menanti langkah hukum selanjutnya dari KPK. Lembaga antikorupsi itu menegaskan bahwa pencarian tidak akan dihentikan dan meminta kepada Bupati Suhardiman Amby serta Sekda Zulkarnaen untuk segera menyerahkan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Comments (0)