Saham GOTO Tertahan di Level Gocap meski Buyback Rp 3,5 Triliun Diumumkan, Antrean Jual Tembus 175 Juta Lot
Lurusin.com, Jakarta — Tekanan jual terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (17/6), harga saham peru
Lurusin.com, Jakarta — Tekanan jual terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (17/6), harga saham perusahaan teknologi tersebut masih terpaku di level Rp 50 per lembar—level psikologis yang kerap disebut "gocap" oleh pelaku pasar.
Kondisi ini terjadi hanya berselang satu hari setelah manajemen GOTO mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp 3,5 triliun. Bukannya memicu reli, langkah korporasi tersebut justru dibayangi gelombang jual masif yang belum tertampung oleh pasar.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun media kami melalui platform Stockbit, total akumulasi antrean jual (sell queue) di seluruh level harga pada paruh pertama sesi mencapai 175,27 juta lot saham. Jumlah ini mencatatkan rekor antrean jual terbesar untuk saham GOTO dalam sepekan terakhir, mencerminkan sentimen investor yang masih sangat berhati-hati.
"Aksi buyback yang diharapkan menjadi katalis positif justru dibaca pasar sebagai sinyal bahwa manajemen menilai sahamnya sedang berada dalam tekanan yang tidak wajar," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya. "Investor ritel cenderung wait and see, melihat apakah dana buyback benar-benar mampu menyerap kelebihan pasokan di pasar reguler."
Pengumuman buyback sendiri disampaikan perseroan pada Selasa (16/6) sore dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. GOTO menyatakan akan membeli kembali sahamnya dalam kurun waktu tertentu dengan alokasi dana hingga Rp 3,5 triliun, dengan tujuan utama menjaga stabilitas harga saham dan memberikan keleluasaan bagi perseroan dalam pengelolaan struktur permodalan.
Sayangnya, sinyal tersebut belum cukup untuk meredam aksi lego saham dari pemegang saham eksisting. Beberapa pelaku pasar menilai bahwa tekanan jual juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk volatilitas pasar global dan masih berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.
Dari sisi teknikal, saham GOTO kini bertengger di level support krusial Rp 50. Jika level ini gagal dipertahankan, bukan tidak mungkin saham akan menyentuh titik terendah baru. Di sisi lain, potensi entry point bagi investor mulai terlihat jika buyback benar-benar terealisasi secara agresif dalam beberapa pekan mendatang.
Data orderbook menunjukkan bahwa pada level harga Rp 50 sendiri, antrean jual mencapai lebih dari 80 juta lot, sementara antrean beli hanya berkisar 12 juta lot. Ketimpangan ini menggambarkan betapa dominannya tekanan jual yang membayangi pergerakan saham GOTO hari ini.
Merespons situasi ini, sejumlah pengamat menyarankan investor untuk mencermati perkembangan realisasi buyback secara harian. "Jika perseroan mengeksekusi buyback secara bertahap dan konsisten, bisa jadi ini akan menjadi titik balik. Tapi kalau hanya sekadar pengumuman tanpa aksi riil yang terukur, saham GOTO masih akan berkutat di level ini lebih lama," tambah analis tersebut.
Sesi kedua perdagangan akan menjadi penentu apakah tekanan jual akan berlanjut atau mereda. Hingga berita ini diturunkan, GOTO masih bertahan di level Rp 50 dengan total volume transaksi yang sudah menembus 2,3 miliar saham.
Comments (0)