Aksi Mahasiswa di Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen melakukan aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026) sore. Mereka menyampaikan penolaka

Jul 06, 2026 - 13:54
0 0
Aksi Mahasiswa di Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen melakukan aksi demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Monas, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026) sore. Mereka menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, serta menuntut penguatan supremasi sipil pasca-pemilu. Akibat aksi ini, akses jalan menuju Stasiun Gambir dari arah MH Thamrin terpaksa ditutup sementara oleh petugas gabungan.

Berdasarkan laporan media kami di lapangan, massa mulai berkumpul sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka sebagian besar berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan koalisi Cipayung Jakarta Barat. Alat peraga, bendera organisasi, serta spanduk berisi tuntutan dibentangkan di tengah jalan, membuat arus lalu lintas dari Bundaran HI menuju Gambir lumpuh total. Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan langsung melakukan pengalihan arus; kendaraan dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Barat melalui jalur IRTI dan Budi Kemuliaan.

Kritik Tajam Mahasiswa: MBG Dinilai Bebani APBN

Salah satu sorotan utama dalam aksi ini adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggarkan mencapai puluhan triliun rupiah dalam APBN 2026. Menurut mahasiswa, program tersebut rawan diselewengkan dan tidak tepat sasaran di tengah menurunnya kualitas layanan publik dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Program MBG ini seperti memberi permen pada anak-anak, sementara anggaran untuk riset, perpustakaan kampus, dan beasiswa justru dipangkas. Kami menuntut evaluasi total program ini dan alokasi ulang anggaran yang lebih berpihak pada kepentingan pendidikan tinggi,” ujar koordinator aksi dari GMNI, Muhammad Ridwan, melalui pengeras suara.

Pantauan media kami juga menunjukkan spanduk bertuliskan “Tolak MBG, Selamatkan Anggaran Rakyat” dan “Kembalikan Supremasi Sipil, Hentikan Militerisasi Pemerintahan” memenuhi ruas jalan. Sejumlah mahasiswa tampak mengenakan kostum karikatur yang menyindir penyelenggara negara.

Supremasi Sipil Jadi Isu Utama

Selain soal MBG, tuntutan tentang supremasi sipil juga mendominasi orasi. Massa menolak revisi Undang-Undang TNI yang dianggap dapat memperluas peran militer dalam jabatan sipil. Beberapa mahasiswa menyebut langkah tersebut sebagai kemunduran demokrasi. “Kami tidak ingin sejarah kembali, supremasi sipil harus menjadi panglima tertinggi di republik ini,” tegas perwakilan mahasiswa Cipayung Jakarta Barat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah massa yang terlibat. Namun, situasi di sekitar Monas terpantau kondusif. Meski penutupan jalan menyebabkan kemacetan di beberapa titik, aksi berlangsung damai tanpa insiden berarti. Petugas terus berjaga dan mengimbau agar pengguna jalan menghindari kawasan tersebut dan mencari rute alternatif.

Aksi diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang Maghrib, dengan rencana long march mengelilingi kawasan Monas sebelum massa membubarkan diri. Media kami akan terus memantau perkembangan di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User