Hujan Deras Rendam Mogadishu, Kendaraan Terobos Genangan di KM4
Mogadishu, Lurusin.com – Hujan deras yang mengguyur ibu kota Somalia, Mogadishu, pada Rabu sore menyebabkan genangan air cukup tinggi di kawasan KM4, salah satu persimpangan tersibuk di kota itu. G
Mogadishu, Lurusin.com – Hujan deras yang mengguyur ibu kota Somalia, Mogadishu, pada Rabu sore menyebabkan genangan air cukup tinggi di kawasan KM4, salah satu persimpangan tersibuk di kota itu. Genangan air yang mencapai lutut orang dewasa di sejumlah titik membuat lalu lintas tersendat, namun tidak menyurutkan aktivitas warga yang tetap beraktivitas dan kendaraan yang nekat menerobos banjir.
Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, air mulai menggenangi jalan utama KM4 sekitar pukul 15.00 waktu setempat setelah hujan turun dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam. Sistem drainase yang kurang memadai membuat air tidak cepat surut, sehingga sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat harus ekstra hati-hati melintasi genangan. Beberapa pengendara memilih menepi dan menunggu air sedikit surut, sementara yang lain tetap melaju perlahan menembus banjir dengan risiko mesin mati.
Lalu Lintas Tersendat, Warga Tetap Beraktivitas
Kemacetan panjang tak terhindarkan di sekitar KM4 karena genangan memaksa kendaraan mengurangi kecepatan. Namun, pedagang kaki lima, pekerja kantoran, dan anak-anak sekolah yang melintas tetap berjalan kaki di trotoar yang lebih tinggi atau melompati genangan dengan payung di tangan. Sejumlah pemuda bahkan tampak membantu mendorong kendaraan yang mogok akibat nekat melintasi air yang terlalu dalam.
"Saya sudah biasa menghadapi genangan seperti ini setiap musim hujan. Yang penting tetap hati-hati dan jangan sampai motor mati di tengah genangan," ujar Ahmed, seorang pengendara ojek yang ditemui di lokasi.
KM4 merupakan kawasan strategis yang menghubungkan pusat kota dengan bandara internasional Aden Adde dan sejumlah permukiman padat. Genangan di titik ini kerap memicu efek domino pada arus lalu lintas di ruas jalan lainnya. Pemerintah kota sebelumnya telah berjanji memperbaiki sistem drainase, namun hingga kini warga masih harus berjibaku dengan banjir setiap kali hujan deras turun.
Banjir Jadi Pemandangan Musiman
Banjir yang merendam KM4 bukanlah kejadian pertama. Setiap puncak musim hujan antara April hingga Juni, sejumlah titik di Mogadishu langganan terendam. Minimnya infrastruktur pengendali air, ditambah tumpukan sampah yang menyumbat saluran, membuat air hujan tidak bisa mengalir dengan lancar ke laut. Dinas terkait melalui laporan yang dihimpun media kami menyebutkan bahwa proyek normalisasi saluran air di KM4 sudah masuk tahap perencanaan, namun realisasinya masih menunggu anggaran tambahan.
Sementara itu, warga berharap ada solusi jangka panjang agar aktivitas ekonomi tidak terus terganggu. Salah satu pedagang buah di sekitar KM4, Fatima, mengatakan bahwa setiap kali banjir datang, pelanggannya berkurang drastis. "Jalanan penuh air, orang malas keluar. Kalau begini terus, pendapatan saya bisa turun sampai setengahnya," keluhnya.
Peringatan Cuaca Masih Berlaku
Badan Meteorologi Somalia sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai angin kencang untuk wilayah pesisir selatan termasuk Mogadishu. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir dan menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras. Tim tanggap darurat kota juga disebut telah bersiaga di sejumlah titik rawan untuk membantu evakuasi jika diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, hujan sudah mulai reda, tetapi genangan masih menggenangi sebagian besar badan jalan di KM4. Petugas kebersihan kota tampak mulai membersihkan sampah yang menyumbat saluran air agar genangan segera surut. Aktivitas warga perlahan kembali normal, meski sisa-sisa banjir masih meninggalkan lumpur dan kubangan di mana-mana.
Laporan Lurusin.com akan terus memantau perkembangan situasi di Mogadishu dan dampak cuaca ekstrem terhadap kehidupan warga.
Comments (0)