TNI AD Buka Suara soal Danrem Dikawal Ajudan Tanpa Bib Saat Jogja Marathon
Yogyakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) berlari dengan dikawal ajudan tanpa mengenakan nomor bib resmi di ajang Jogja Marathon 2026 mendadak vir
Yogyakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) berlari dengan dikawal ajudan tanpa mengenakan nomor bib resmi di ajang Jogja Marathon 2026 mendadak viral di media sosial. Kejadian yang direkam pada Minggu (21/6/2026) itu memicu perbincangan warganet karena ajudan tersebut sempat dihentikan oleh panitia penyelenggara.
Dalam rekaman yang beredar luas, tampak ajudan yang mengenakan pakaian olahraga berlari di samping sang perwira. Namun, ia tidak menggunakan tanda peserta berupa bib yang biasanya wajib dikenakan oleh setiap pelari yang masuk lintasan. Panitia pun menghentikannya di tengah rute, yang kemudian memicu komentar beragam di platform seperti akun Instagram @eventlari.id dan forum diskusi lari.
Berdasarkan penelusuran media kami, peristiwa tersebut melibatkan seorang Danrem yang turut berpartisipasi dalam kategori half marathon. Danrem dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan olahraga dan kerap hadir di even-even lari di wilayahnya. Sayangnya, kedatangannya kali ini bersama seorang ajudan yang belum mendaftar resmi menimbulkan kesan istimewa di mata peserta lain yang mematuhi prosedur pendaftaran.
Klarifikasi TNI AD
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono akhirnya buka suara menanggapi video viral tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden itu murni kesalahpahaman antara pihak penyelenggara dan anggota yang bertugas mendampingi Danrem.
"Peristiwa penghentian ajudan oleh panitia penyelenggara merupakan sebuah kesalahpahaman. Ajudan tersebut tidak bermaksud melanggar aturan, melainkan hanya ingin memastikan keamanan dan kenyamanan pejabat yang berlari di tengah ribuan peserta," ujar Brigjen Donny dalam keterangan tertulis kepada Lurusin.com, Selasa (23/6/2026).
Lebih lanjut, Kadispenad menjelaskan bahwa ajudan sejatinya sudah berkoordinasi dengan panitia sebelum even dimulai. Namun, komunikasi yang kurang terstruktur di lapangan menyebabkan penghentian yang terekam kamera. Pihak TNI AD, kata Donny, menyesalkan penyebaran video tanpa konteks lengkap dan mengimbau masyarakat untuk tidak menggoreng isu yang dapat merusak citra institusi.
Panitia Jogja Marathon 2026 sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Seorang sumber di kepanitiaan yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa aturan mengenai pendamping pejabat sebenarnya sudah diatur, tetapi teknis di lapangan memang kadang menimbulkan kebingungan. Ke depan, panitia berjanji akan memperketat verifikasi setiap orang yang memasuki lintasan, termasuk pendamping atau pengawal, agar insiden serupa tidak terulang.
Terlepas dari polemik tersebut, even Jogja Marathon 2026 sendiri berlangsung sukses dengan diikuti lebih dari 8.000 peserta dari berbagai daerah. Diharapkan kesalahpahaman ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar penyelenggaraan lomba lari ke depan semakin profesional tanpa mengurangi esensi kebersamaan yang selalu menjadi roh ajang lari jalan raya.
Comments (0)