Trump Vs Meloni Panas gegara Urusan Foto, Menlu Italia Batalkan Kunker ke AS

Roma - Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Italia mencuat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada Perdana Menteri Italia Giorgia Melon

Jul 06, 2026 - 14:16
0 0
Trump Vs Meloni Panas gegara Urusan Foto, Menlu Italia Batalkan Kunker ke AS

Roma - Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Italia mencuat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Trump menyebut Meloni ‘mengemis’ saat meminta kesempatan berfoto bersama, sebuah ucapan yang langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Italia.

Pembatalan Kunjungan Menteri Luar Negeri

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, yang seharusnya bertolak ke AS pada Minggu (21/6/2026) untuk menghadiri forum bisnis Italia-AS di Miami, secara mendadak membatalkan rencana perjalanannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Lurusin.com, Tajani diagendakan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam kunjungan kerja tersebut, namun ia memilih untuk tetap di Roma sebagai bentuk protes atas ucapan Trump.

Tajani menyatakan bahwa komentar Presiden Trump merupakan hal yang

“serius dan menyinggung”
tidak hanya terhadap Meloni secara pribadi, tetapi juga terhadap seluruh bangsa Italia. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Italia yang menegaskan bahwa sikap tersebut diambil untuk menjaga martabat dan kehormatan negara.

Insiden Foto yang Memicu Polemik

Insiden bermula saat Meloni dan Trump berada dalam satu acara internasional—yang diyakini sebagai pertemuan bilateral atau konferensi tingkat tinggi—di mana PM Italia itu disebut meminta foto bersama. Alih-alih menerima permintaan tersebut dengan biasa, Trump justru melontarkan kata “mengemis” yang kemudian tersebar luas di kalangan pejabat dan media. Hubungan personal antara Trump dan Meloni sebelumnya dikenal cukup hangat, mengingat keduanya sama-sama berasal dari spektrum politik konservatif dan kerap menunjukkan kedekatan dalam berbagai forum global seperti KTT G7 dan KTT NATO.

Penggunaan kata yang dianggap merendahkan itu sontak mengubah dinamika hubungan kedua pemimpin. Sejumlah analis politik di Roma menilai bahwa retorika Trump kali ini melampaui batas kewajaran diplomatik dan bisa berdampak pada kerja sama strategis antara Italia dan AS, terutama dalam isu pertahanan dan ekonomi.

Reaksi dan Dampak Lebih Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump. Sementara itu, di dalam negeri Italia, oposisi langsung memanfaatkan momen ini untuk mendesak pemerintah agar bersikap lebih tegas terhadap Washington. Beberapa anggota parlemen bahkan menyerukan peninjauan ulang terhadap agenda kunjungan tingkat tinggi dengan AS dalam waktu dekat.

Pembatalan kunjungan Tajani ke Miami dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Italia tidak akan mentolerir penghinaan, sekalipun datang dari sekutu utama mereka di NATO. Langkah ini juga menunjukkan solidaritas pemerintahan Meloni dalam menghadapi tekanan eksternal. Laporan media kami menyebutkan bahwa komunikasi antara Kementerian Luar Negeri Italia dan AS masih berlangsung untuk meredakan ketegangan, meski belum ada kepastian apakah pertemuan Tajani-Rubio akan dijadwalkan ulang.

Para pengamat menilai, jika situasi ini tidak segera diredakan, bukan tidak mungkin hubungan transatlantik yang selama ini kokoh akan mengalami guncangan serius. Italia sebagai salah satu negara pendiri Uni Eropa dan anggota G7 memiliki posisi strategis yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh Washington. Sementara itu, publik Italia cenderung mendukung sikap tegas pemerintah mereka, dengan tagar #RispettoPerItalia (Hormati Italia) yang mulai ramai diperbincangkan di media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User