Menuju Kota Global, Jakarta Bersolek dari Rasuna Said hingga Dukuh Atas

Jakarta — Hari jadi ke-499 menjadi titik awal bagi Ibu Kota untuk menata diri secara menyeluruh. Berdasarkan laporan media kami, serangkaian proyek strategis digulirkan, mulai dari peremajaan troto

Jul 06, 2026 - 14:13
0 1
Menuju Kota Global, Jakarta Bersolek dari Rasuna Said hingga Dukuh Atas

Jakarta — Hari jadi ke-499 menjadi titik awal bagi Ibu Kota untuk menata diri secara menyeluruh. Berdasarkan laporan media kami, serangkaian proyek strategis digulirkan, mulai dari peremajaan trotoar di Jalan H.R. Rasuna Said hingga pencanangan Pedestrian Deck di kawasan Dukuh Atas. Langkah ini menjadi bukti bahwa Jakarta tidak hanya membangun gedung pencakar langit, tetapi juga memperhatikan ruang publik yang ramah bagi warganya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan perubahan signifikan di koridor Rasuna Said. Trotoar yang dulu sempit dan kurang terawat kini diperlebar, dilengkapi jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, serta ditanami vegetasi rindang. Kursi-kursi taman dan lampu penerangan baru membuat suasana menjadi lebih hidup, terutama pada malam hari. Sementara itu, Dukuh Atas yang selama ini dikenal sebagai simpul transportasi mulai dibenahi dengan konsep konektivitas tanpa hambatan.

Wajah Baru Rasuna Said dan Antusiasme Warga

Penataan ulang Rasuna Said bukan sekadar proyek estetika. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan ruang yang mendorong warganya untuk lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda. Trotoar yang telah rampung dikerjakan kini memiliki lebar hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Jalur hijau diperbanyak untuk mengurangi polusi udara, sekaligus menjadi pembatas alami antara pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan bermotor.

Warga Jakarta menyambut positif perubahan ini. Sejumlah pekerja kantoran yang biasa melintas di kawasan tersebut mengaku lebih nyaman dan merasa lebih aman saat berjalan kaki. Tak sedikit pula yang memanfaatkan ruang terbuka ini untuk sekadar beristirahat atau berfoto. Dengan wajah baru ini, Rasuna Said diharapkan bisa menjadi contoh penataan kawasan perkantoran yang manusiawi di kota metropolitan.

Pilah Sampah dan Peran Aktif Masyarakat

Pembenahan Jakarta tidak hanya bertumpu pada beton dan aspal. Gerakan pilah sampah menjadi salah satu program utama yang digaungkan bersamaan dengan perbaikan infrastruktur. Menurut informasi yang dihimpun media kami, Pemprov DKI gencar mengedukasi warga agar mulai memisahkan sampah organik dan anorganik dari rumah. Tujuannya jelas: mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan mendorong siklus daur ulang yang lebih efisien.

Pramono, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (20/6/2026), menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Jakarta yang maju bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi dijaga bersama oleh seluruh warganya."

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi kota amat bergantung pada perubahan perilaku warganya. Tanpa kesadaran untuk tertib membuang sampah, mematuhi aturan lalu lintas, dan ikut merawat fasilitas publik, semua pembangunan fisik akan sia-sia. Karena itu, sosialisasi pilah sampah digelar di berbagai kelurahan secara masif, menyasar ibu rumah tangga, pelajar, hingga komunitas pemuda.

Dukuh Atas sebagai Simbol Integrasi Transportasi

Proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas menjadi ikon baru yang merepresentasikan visi Jakarta sebagai kota global. Jembatan penghubung ini dirancang untuk memudahkan pejalan kaki berpindah antar moda transportasi—MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta—tanpa harus turun ke jalan dan bersinggungan dengan kendaraan. Desain modern dan futuristik sengaja dipilih agar kawasan ini tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan hadirnya pedestrian deck ini, Dukuh Atas diharapkan tumbuh menjadi pusat transit yang hidup selama 24 jam. Di sekitarnya, akan bermunculan ruang-ruang kreatif, kafe, dan area komunal yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat. Ini merupakan langkah nyata untuk mengubah wajah Jakarta menjadi kota yang mengedepankan mobilitas cerdas dan inklusivitas.

Laporan terakhir menyebutkan bahwa pengerjaan fisik pedestrian deck telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan dapat digunakan publik dalam beberapa bulan ke depan. Pemprov DKI optimistis, bila seluruh rangkaian pembenahan ini berjalan sesuai rencana, Jakarta akan semakin percaya diri melangkah menuju status kota global yang sejajar dengan kota-kota besar dunia lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User