Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan komitmen negaranya untuk menghalangi Iran memperoleh senjata nuklir, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di hadapan publik Tel Aviv pada Minggu (21/6). Netanyahu menyebut bahwa salah satu capaian utama dari dinamika keamanan di Timur Tengah adalah keberhasilan mencegah Teheran mewujudkan ambisi atomnya.

Pernyataan Tegas Netanyahu Dalam pidatonya yang dihimpun oleh media kami melalui berbagai laporan, Netanyahu menyampaikan narasi ancaman eksistensial yang selama ini menjadi landasan kebijakan luar

Jul 06, 2026 - 14:12
0 0
Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan komitmen negaranya untuk menghalangi Iran memperoleh senjata nuklir, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di hadapan publik Tel Aviv pada Minggu (21/6). Netanyahu menyebut bahwa salah satu capaian utama dari dinamika keamanan di Timur Tengah adalah keberhasilan mencegah Teheran mewujudkan ambisi atomnya.

Pernyataan Tegas Netanyahu

Dalam pidatonya yang dihimpun oleh media kami melalui berbagai laporan, Netanyahu menyampaikan narasi ancaman eksistensial yang selama ini menjadi landasan kebijakan luar negeri Israel. Ia secara terbuka mengklaim bahwa Iran telah merancang strategi untuk melenyapkan negara Yahudi tersebut, dan bom atom merupakan instrumen yang direncanakan untuk mewujudkannya.

Kita mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kita dan hari ini mereka seharusnya sudah memiliki bom atom untuk melakukannya.

Ucapan itu mencerminkan posisi keras Israel yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Sejak awal tahun 2000-an, ketika perkembangan program pengayaan uranium Iran mulai mencuat, para pemimpin Israel secara konsisten memperingatkan bahwa ambisi nuklir Teheran bukan sekadar proyek energi sipil, melainkan kedok menuju senjata pemusnah massal. Netanyahu sendiri telah berulang kali menyerukan pencegahan dengan segala cara, termasuk melalui aksi militer jika langkah diplomatik dianggap gagal.

Kekhawatiran Israel bertumpu pada retorika para pejabat Iran yang kerap mempertanyakan legitimasi negara Yahudi itu. Teheran, di sisi lain, selalu membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir dan bersikeras bahwa program atomnya semata untuk keperluan medis, energi, dan riset damai. Namun, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sejumlah laporannya mencatat adanya aktivitas pengayaan yang melampaui batas yang diizinkan dalam perjanjian pengawasan, sehingga memicu serangkaian sanksi internasional.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih memanas pasca berbagai ketegangan di kawasan. Menurut pengamat keamanan yang dihubungi Lurusin.com, Israel memandang bahwa membiarkan Iran memiliki kapasitas nuklir militer akan mengubah peta kekuatan secara fundamental dan memicu perlombaan senjata di antara negara-negara Arab. Oleh sebab itu, doktrin "pencegahan" (prevention) tetap menjadi poros utama doktrin pertahanan Tel Aviv, yang diwujudkan melalui kombinasi sabotase siber, operasi intelijen, dan ancaman serangan terbuka terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Sementara itu, dalam kancah domestik, retorika Netanyahu juga dinilai sebagai upaya mengonsolidasikan dukungan politik. Di tengah tekanan koalisi dan isu-isu dalam negeri yang pelik, ancaman eksternal dari Iran kerap menjadi perekat yang menyatukan spektrum politik di Israel. Pernyataan sumpah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir seolah menegaskan kembali bahwa misi tersebut belum usai, dan Israel akan terus mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu guna memastikan keamanan nasionalnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User