Dengan Suara Bergetar, PM Inggris Mundur: Ini untuk Mengutamakan Negara

London – Suasana haru menyelimuti halaman Downing Street, Senin (22/6/2026), saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya dengan suara yang sesekali bergetar. Dalam per

Jul 06, 2026 - 14:10
0 0
Dengan Suara Bergetar, PM Inggris Mundur: Ini untuk Mengutamakan Negara

London – Suasana haru menyelimuti halaman Downing Street, Senin (22/6/2026), saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya dengan suara yang sesekali bergetar. Dalam pernyataan singkat yang disiarkan langsung oleh sejumlah media, Starmer menegaskan bahwa keputusan itu diambil semata untuk mengutamakan kepentingan negara dan partainya, bukan karena tekanan pribadi. Ia mengaku menerima kenyataan bahwa dirinya bukan lagi sosok yang diinginkan Partai Buruh untuk menghadapi pemilu mendatang.

“Pertanyaan yang diajukan partai saya sekarang adalah apakah saya orang yang paling tepat untuk memimpin kita menuju pemilu berikutnya. Saya telah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada,” ujar Starmer dengan nada tertahan. Pengumuman itu disampaikan hanya beberapa jam setelah ia menerima hasil konsultasi internal dengan fraksi Partai Buruh di parlemen yang menunjukkan mayoritas anggota menginginkan pergantian kepemimpinan.

Menurut laporan Lurusin.com, momen dramatis ini terjadi kurang dari dua tahun setelah Starmer membawa Partai Buruh meraih kemenangan telak dalam pemilu 2024 dan mengakhiri belasan tahun dominasi Partai Konservatif. Kala itu, ia dipuja sebagai sosok yang berhasil mengembalikan kejayaan partai berlogo mawar merah tersebut. Namun popularitasnya merosot tajam seiring dengan krisis biaya hidup, kebijakan energi yang kontroversial, serta serangkaian skandal etik yang menjerat beberapa anggota kabinetnya.

Partai Buruh Minta Pemimpin Baru

Sejumlah sumber di internal partai mengungkapkan kepada Lurusin.com bahwa tekanan terhadap Starmer sudah menguat sejak awal tahun 2026, ketika hasil jajak pendapat menunjukkan elektabilitas Partai Buruh turun di bawah 25 persen untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Kekalahan di beberapa pemilihan daerah dan pemilu sela parlemen semakin memperlemah posisinya. Fraksi parlemen kemudian menginisiasi mekanisme informal untuk menjajaki dukungan terhadap kepemimpinan Starmer, dan hasilnya cukup telak: lebih dari 60 persen anggota parlemen Buruh menyatakan tidak yakin Starmer mampu memenangkan pemilu berikutnya.

“Ini bukan soal ambisi pribadi. Saya tidak akan membiarkan partai yang saya cintai terpecah hanya karena keegoisan saya bertahan di kursi ini,” ungkap Starmer dalam pernyataannya yang dikutip Lurusin.com. Ia juga meminta maaf kepada seluruh pendukung Partai Buruh yang telah menaruh harapan besar padanya, seraya berjanji akan tetap berkontribusi sebagai anggota parlemen biasa dari daerah pemilihannya.

“Saya tidak akan membiarkan partai yang saya cintai terpecah hanya karena keegoisan saya bertahan di kursi ini.”

Belum ada nama resmi yang muncul sebagai kandidat pengganti, namun sejumlah media lokal menyebut Menteri Keuangan Bayangan Rachel Reeves dan mantan Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper sebagai dua figur terkuat yang akan bersaing dalam pemilihan ketua partai. Keduanya dinilai memiliki pendekatan yang lebih moderat dan mampu menyatukan faksi-faksi yang selama ini meragukan gaya kepemimpinan Starmer yang dinilai terlalu teknokratis dan kurang membumi.

Pengunduran diri ini diprediksi akan membuka babak baru bagi Partai Buruh, yang harus segera menata ulang strategi menghadapi oposisi dari Partai Konservatif yang kini mulai bangkit di bawah kepemimpinan baru. Sementara itu, publik Inggris menunggu apakah pergantian di pucuk partai berkuasa ini akan diikuti dengan reshuffle kabinet atau bahkan pemilu dini. Yang jelas, Starmer memilih mundur dengan kepala tegak, meninggalkan warisan sebagai pemimpin yang mengalah demi persatuan negerinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User