Viral 2 Bocah Ngamuk dan Rusak Barang di SD Batang Jateng

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang bocah mengamuk dan merusak fasilitas sekolah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial. Rekaman amatir warga itu menunjukkan dua anak

Jul 06, 2026 - 14:14
0 0
Viral 2 Bocah Ngamuk dan Rusak Barang di SD Batang Jateng

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang bocah mengamuk dan merusak fasilitas sekolah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial. Rekaman amatir warga itu menunjukkan dua anak yang diduga masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu melakukan aksi tidak terpuji di lingkungan sekolah pada siang hari. Dalam tayangan yang beredar luas, kedua bocah tersebut terlihat berlarian sambil membanting pot-pot bunga, menjatuhkan koleksi piala dari rak, hingga mencoret-coret dinding dan melempar barang-barang yang ada di sekitar mereka. Peristiwa ini sontak memicu keprihatinan dan beragam reaksi dari warganet.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

Informasi yang dihimpun Lurusin.com menyebutkan, kejadian bermula ketika dua bocah itu masuk ke area sekolah tanpa pengawasan yang memadai. Dari rekaman yang tersebar, tampak jelas keduanya dengan sengaja merusak sejumlah properti sekolah. Pot-pot bunga berisi tanaman hias dirobohkan dan pecah berserakan di lantai, sementara koleksi piala hasil prestasi para siswa ikut terjatuh dan sebagian rusak. Tidak hanya itu, kursi dan meja di salah satu ruang kelas juga menjadi sasaran amukan mereka, membuat ruangan tersebut berantakan. Belum diketahui pasti apa yang memicu aksi destruktif tersebut, namun sejumlah saksi menduga para bocah itu sedang dalam pengaruh emosi yang tidak terkendali.

Respons Kepolisian

Kapolsek Blado, AKP Sapto Winengku, saat dikonfirmasi Lurusin.com membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya segera mendatangi lokasi begitu menerima informasi dari masyarakat. Setibanya di sekolah, petugas langsung melakukan pendataan kerusakan dan meminta keterangan dari pihak sekolah serta warga sekitar, termasuk orang tua atau wali dari kedua bocah yang diduga terlibat. "Kami sudah melakukan mediasi dan memberikan pembinaan kepada anak-anak tersebut. Orang tua mereka juga sudah kami panggil untuk ikut bertanggung jawab," ujar AKP Sapto. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, mengingat pelaku masih di bawah umur. Langkah preventif berupa pengawasan lebih ketat di lingkungan sekolah disarankan agar kejadian serupa tidak terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User