Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B
PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil membukukan pencapaian signifikan dalam aspek keselamatan kerja pada pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. BUMN konstruksi ini mencat
PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil membukukan pencapaian signifikan dalam aspek keselamatan kerja pada pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. BUMN konstruksi ini mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja atau lost time injury (LTI), sebuah indikator penting yang merefleksikan keberhasilan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di lapangan.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyampaikan bahwa angka 7,5 juta jam kerja selamat tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jam kerja yang telah dijalani tanpa adanya insiden yang menyebabkan hilangnya hari kerja. Menurut Ermy, capaian ini menjadi fondasi krusial bagi kelancaran proyek strategis yang berlokasi di tengah pusat kota Jakarta dengan karakteristik urban yang sangat menantang.
"Tantangan utama dalam mengerjakan LRT Jakarta 1B yang kami hadapi di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat. Maka kami sebagai kontraktor berupaya mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja. Waskita melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola bukan dihindari."
Pernyataan Ermy tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadapi tantangan urban atau urban constraint yang melekat pada proyek infrastruktur di kota metropolitan. Kondisi lalu lintas Jakarta yang tidak pernah sepi dan ruang kerja yang sangat terbatas menuntut strategi adaptif dan pendekatan manajemen risiko yang matang. Bekerja pada malam hari menjadi solusi yang diambil, namun metode ini menimbulkan tuntutan lebih tinggi terhadap sistem keselamatan dan konsentrasi pekerja.
Capaian jam kerja selamat ini menjadi bukti nyata bahwa Waskita Karya tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, tetapi juga menempatkan aspek perlindungan terhadap pekerja sebagai prioritas utama. Implementasi sistem safety yang ketat serta inovasi dalam metode kerja malam hari terbukti efektif mencegah kecelakaan di lingkungan proyek yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B sendiri merupakan kelanjutan dari pengembangan transportasi publik massal di ibu kota. Rute Velodrome-Manggarai diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarmoda dan mengurangi kemacetan. Dengan catatan keselamatan yang impresif ini, Waskita Karya menunjukkan bahwa standar K3 yang tinggi tetap dapat dijaga meskipun beroperasi di bawah tekanan jadwal dan kondisi lapangan yang tidak ideal.
Menurut laporan yang diterima media kami, pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat ini juga mencerminkan budaya keselamatan yang telah tertanam di seluruh lini organisasi proyek. Setiap pekerja, mulai dari level manajemen hingga pelaksana di lapangan, berperan aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang aman. Program pelatihan berkala, pengawasan ketat, serta penggunaan alat pelindung diri yang sesuai standar menjadi elemen pendukung keberhasilan ini.
Waskita Karya berharap capaian positif ini dapat terus dipertahankan hingga proyek LRT Jakarta 1B rampung sepenuhnya. Konsistensi dalam menerapkan standar K3 diyakini akan memperkuat reputasi perusahaan di industri konstruksi nasional serta memberikan jaminan bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa proyek dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
Comments (0)