Platform e-commerce Tokopedia tengah menjadi sorotan setelah beredar kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massa
Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia Rumor PHK besar-besaran ini muncul di tengah dinamika kepemilikan Tokopedia yang kini berada di bawah kendali TikTok. Seperti diketahui, TikTok resmi mengakuisisi 75%
Isu PHK 90% Karyawan Tokopedia
Rumor PHK besar-besaran ini muncul di tengah dinamika kepemilikan Tokopedia yang kini berada di bawah kendali TikTok. Seperti diketahui, TikTok resmi mengakuisisi 75% saham Tokopedia pada penghujung tahun 2023, menjadikannya pemegang saham mayoritas perusahaan e-commerce asli Indonesia tersebut. Langkah akuisisi tersebut telah mengubah struktur organisasi dan strategi bisnis Tokopedia secara signifikan. Isu perampingan karyawan pun kerap dikaitkan dengan upaya integrasi layanan antara TikTok Shop dan Tokopedia.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Tokopedia maupun ByteDance mengenai angka spesifik 90% karyawan yang terkena PHK. Beberapa sumber internal yang dihubungi media kami menyebutkan bahwa terdapat penataan ulang tim, namun tidak dalam skala yang diberitakan.
Tanggapan TikTok
Saat dikonfirmasi oleh media kami terkait kabar PHK massal tersebut, pihak TikTok memberikan pernyataan tertulis. Perusahaan teknologi asal China itu membenarkan adanya penyesuaian organisasi yang tengah berlangsung, namun memberikan penjelasan yang terukur.
“Kami tengah melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D), untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan secara lebih optimal,” ujar juru bicara TikTok kepada media kami, Selasa (10/6/2025).
Tanggapan tersebut tidak secara eksplisit membantah atau mengonfirmasi besaran jumlah karyawan yang terkena dampak. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa restrukturisasi memang terjadi, tetapi mungkin tidak sebesar yang digembar-gemborkan di media sosial.
Konteks Bisnis dan Transformasi Digital
Penyesuaian di tubuh Tokopedia sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Sejak akuisisi mayoritas oleh TikTok, integrasi antara TikTok Shop dan Tokopedia menjadi agenda utama. Langkah efisiensi dan penyelarasan sumber daya manusia menjadi konsekuensi logis agar kedua platform dapat berjalan sinergis tanpa tumpang tindih fungsi. Divisi riset dan pengembangan menjadi salah satu area yang paling terdampak karena banyak inovasi kini diintegrasikan ke dalam ekosistem TikTok yang lebih besar.
Di sisi lain, kewajiban Tokopedia sebagai perusahaan e-commerce dalam negeri tetap melekat, termasuk mematuhi regulasi ketenagakerjaan di Indonesia. Serikat pekerja dan pemerintah dipastikan akan mengawal proses ini agar berjalan sesuai aturan.
Langkah Selanjutnya
Informasi yang dihimpun media kami dari sejumlah karyawan menyatakan bahwa proses penyesuaian masih berlangsung dan bersifat bertahap. Beberapa di antaranya telah menerima pemberitahuan dan paket kompensasi yang disebut-sebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, masih banyak pula yang bertahan dan menantikan kejelasan nasib di tengah transformasi besar ini.
Atensi publik kini tertuju pada transparansi dari manajemen Tokopedia dan TikTok. Apakah PHK benar mencapai 90% atau hanya isu yang dilebih-lebihkan? Jawaban resmi yang lebih rinci sangat dinantikan, terutama menyangkut jumlah pasti karyawan terdampak, jaminan hak-hak pekerja, dan peta jalan bisnis Tokopedia ke depan.
Media kami akan terus memantau perkembangan kabar ini dan menyajikan informasi terkini seputar transformasi Tokopedia di bawah naungan TikTok. Publik diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pernyataan resmi dari perusahaan terkait.
Comments (0)