Zulhas Minta Daerah Lain Tiru Program Pilah Sampah Jakarta

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola sampah melalui program pemilahan.

Jul 08, 2026 - 19:46
0 0
Zulhas Minta Daerah Lain Tiru Program Pilah Sampah Jakarta

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola sampah melalui program pemilahan. Ia secara tegas meminta agar pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia mencontoh dan mengadopsi langkah strategis yang diterapkan di ibu kota tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat menghadiri acara "Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah" di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu (21/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa program pemilahan sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus segera dijalankan secara nasional.

"Iya, memang yang disampaikan Pak Gubernur harus kita lakukan. Karena open dumping sudah tidak boleh. Jadi nanti seperti Bantar Gebang, akan ditutup, tidak boleh lagi," ujar Zulhas kepada awak media di lokasi acara.

Pendorong utama dari instruksi ini adalah regulasi lingkungan yang semakin ketat. Praktik open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, sudah tidak lagi diizinkan. Zulhas menyoroti bahwa model pengelolaan sampah lama yang hanya mengandalkan penimbunan di satu titik raksasa sudah memasuki masa akhir. Penutupan Bantar Gebang sebagai lokasi pembuangan terbuka menjadi sinyal kuat bagi seluruh daerah untuk segera berbenah.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, keberhasilan Jakarta dalam menginisiasi pemilahan sampah dari sumbernya dianggap sebagai model yang realistis untuk direplikasi. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tingkat rumah tangga, volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan secara signifikan. Zulhas menilai, jika sampah sudah terpilah sejak awal, proses pengolahan selanjutnya akan lebih efisien dan beban lingkungan bisa berkurang drastis.

Lebih lanjut, Menko Pangan menegaskan bahwa pengelolaan sampah memiliki korelasi langsung dengan program ketahanan pangan nasional. Lingkungan yang bersih dan sehat akan mendukung produktivitas sektor pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh kepala daerah untuk tidak menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai alasan, melainkan segera membangun sistem yang terintegrasi seperti yang tengah digalakkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pemerintah pusat, melalui koordinasi kementerian terkait, berencana untuk memberikan panduan teknis agar program serupa dapat berjalan di berbagai kabupaten dan kota. Dukungan pendanaan dan pendampingan teknis juga disiapkan untuk mempercepat transisi dari metode kumpul-angkut-buang menuju paradigma pilah-olah-angkut.

Dengan ditutupnya akses open dumping di Bantar Gebang, daerah-daerah penyangga Jakarta dan kota-kota besar lainnya tidak lagi memiliki pilihan selain menerapkan teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan. Zulhas optimis, dengan menjadikan Jakarta sebagai percontohan, Indonesia bisa bergerak serentak mengatasi krisis persampahan yang selama ini menjadi persoalan kronis di wilayah perkotaan. Langkah tegas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. Informasi ini diperoleh Lurusin.com dari sesi wawancara langsung di lokasi apel siaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User