Terungkap, 2 Jasad Pria dalam Selokan di Bekasi Ternyata Korban Tawuran
Penyelidikan kepolisian terhadap penemuan dua jenazah pria di saluran air Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, akhirnya menemui titik terang. Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan s
Penyelidikan kepolisian terhadap penemuan dua jenazah pria di saluran air Jalan Mustikajaya, Cimuning, Kota Bekasi, akhirnya menemui titik terang. Hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi mengonfirmasi bahwa kedua korban bukanlah sasaran kejahatan jalanan, melainkan peserta aksi tawuran yang berujung fatal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan kronologi di balik insiden yang sempat menggemparkan warga sekitar tersebut. Menurutnya, informasi awal yang menyebut kedua jasad sebagai korban pencurian dengan kekerasan (curas) tidaklah benar. Polisi memastikan bahwa kematian keduanya merupakan dampak langsung dari bentrokan antarkelompok yang terjadi di kawasan itu.
“Kami juga meluruskan bahwa yang kejadian di Bekasi Kota, itu bukan korban dari kejahatan jalanan ya, atau curas. Tetapi itu merupakan karena impact akan dilaksanakannya aksi tawuran,”
tegas Budi Hermanto saat memberikan keterangan pers, Senin (22/6/2026).
Dari hasil autopsi dan pemeriksaan forensik, diketahui kedua korban mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh. Luka-luka tersebut konsisten dengan senjata tajam yang lazim digunakan dalam tawuran. Identitas kedua pria itu masih dalam proses pendalaman, sementara pihak keluarga telah dihubungi untuk proses identifikasi resmi.
Aparat bergerak cepat memburu para pelaku. Dalam waktu kurang dari 48 jam, tim gabungan berhasil meringkus empat orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut. Keempat tersangka saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya untuk mengungkap motif pasti serta kemungkinan adanya tersangka lain yang masih buron.
Penemuan jasad itu sendiri bermula dari laporan warga yang mencium bau menyengat dari gorong-gorong di Jalan Mustikajaya. Setelah petugas mengevakuasi, tubuh kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Olah TKP menunjukkan bahwa area tersebut bukanlah lokasi awal pertikaian; jenazah diduga dibuang ke saluran air oleh rekan sesama peserta tawuran untuk menghilangkan jejak.
Kombes Budi menambahkan bahwa kepolisian terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan tawuran, terutama pada jam-jam rawan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui rencana aksi serupa demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak.
Informasi dan perkembangan kasus ini akan terus diperbarui oleh tim redaksi Lurusin.com.
Comments (0)