Pansus DPRD DKI Jakarta Siap Bangun Biopori Jumbo Atasi Tumpukan Sampah di Kali Gendong

Permasalahan sampah yang kian menggunung di Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara, terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapka

Jul 08, 2026 - 19:43
0 0
Pansus DPRD DKI Jakarta Siap Bangun Biopori Jumbo Atasi Tumpukan Sampah di Kali Gendong

Permasalahan sampah yang kian menggunung di Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara, terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama penumpukan sampah di wilayah tersebut adalah penutupan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menjadi tumpuan utama pengelolaan limbah ibu kota.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta bergerak cepat dengan mengkaji pembangunan biopori jumbo sebagai salah satu solusi strategis. Teknologi biopori jumbo dinilai mampu mempercepat proses penguraian sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di aliran sungai dan badan jalan.

"Terkait tumpukan sampah di Kali Gedong Jakarta Utara, ini segera saya akan koordinasikan antar SKPD ya Dinas LH dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) termasuk Pak Wali Kota Jakarta Utara, agar ini segera ditangani, dalam situasi seperti ini ya kita akan mintakan jajaran terkait dijaga Kali atau Waduk ya, saya kira semua wilayah ya, juga dijaga jangan sampai sampah juga penuh di badan-badan jalan,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, dalam keterangannya kepada awak media pada Senin (21/6/2026). Ia menegaskan bahwa keterlibatan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi kunci utama dalam penanganan krisis sampah yang kian mendesak ini.

Judistira menyampaikan bahwa TPST Bantargebang saat ini sudah kelebihan muatan sampah, sehingga kapasitasnya tidak lagi memadai untuk menampung volume limbah harian dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Kondisi inilah yang memicu melubernya sampah ke berbagai titik, termasuk Kali Gendong dan beberapa badan jalan di ibu kota.

Untuk meminimalisir dampak yang lebih luas, Pansus meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama SKPD terkait untuk segera memanfaatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah secara lebih optimal. Langkah ini diharapkan dapat menjadi penyangga sementara sebelum sistem pengelolaan sampah jangka panjang diterapkan secara menyeluruh.

Rencana pembangunan biopori jumbo ini merupakan bagian dari strategi besar Pansus dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Biopori jumbo sendiri adalah lubang resapan berukuran besar yang dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus memperbaiki struktur tanah dan mencegah genangan air. Teknologi ini diyakini mampu menjadi solusi berbasis alam yang efektif dan berbiaya rendah.

Pansus juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar bantaran kali dan waduk. Kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi fondasi utama keberhasilan seluruh program penanganan sampah yang tengah disusun oleh pemerintah daerah.

Langkah-langkah yang diambil oleh Pansus DPRD DKI Jakarta ini menunjukkan komitmen kuat lembaga legislatif dalam merespons permasalahan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan warga ibu kota. Informasi ini diperoleh dari laporan yang dihimpun oleh tim Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User