Lurusin.com, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi meluncurkan pro

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan bentuk organisasi, melainkan sebuah lompatan paradigma dalam pengelolaan usaha pariwisata rakyat. Menurut

Jul 08, 2026 - 04:50
0 0
Lurusin.com, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi meluncurkan pro

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan bentuk organisasi, melainkan sebuah lompatan paradigma dalam pengelolaan usaha pariwisata rakyat. Menurutnya, koperasi dipilih sebagai wadah yang tepat karena memiliki kerangka hukum yang jelas, sistem pembukuan yang transparan, serta akses terhadap pembiayaan dan pasar yang lebih luas. Dengan begitu, para pelaku Pokdarwis dapat lebih mudah mengembangkan unit-unit usaha seperti akomodasi lokal, kuliner khas, atraksi wisata, hingga kerajinan tangan, tanpa khawatir terbentur persoalan legalitas usaha.

“Transformasi ini bertujuan menjadikan pengelolaan usaha pariwisata yang sebelumnya dilakukan secara informal menjadi lebih terstruktur, akuntabel, dan memiliki daya saing melalui badan usaha koperasi. Kami ingin masyarakat bukan hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, melainkan menjadi tuan rumah yang mampu mengelola potensi ekonominya secara mandiri,” ujar Ferry saat memberikan sambutan.

Sinergi antara kedua kementerian ini diwujudkan melalui pendampingan intensif di berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan, pelatihan sumber daya manusia, hingga fasilitasi permodalan. Kemenpar akan berperan dalam membina aspek destinasi dan pemasaran pariwisata, sementara Kemenkop fokus pada pendirian badan hukum koperasi, tata kelola keuangan, serta jejaring usaha antar koperasi. Program ini nantinya akan direplikasi di berbagai destinasi unggulan lainnya di seluruh Indonesia, menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi pariwisata berbasis masyarakat.

Pantai Tanjung Kelayang sendiri dipilih sebagai lokasi simbolis karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi prioritas yang masuk dalam program 10 Bali Baru. Keberhasilan integrasi Pokdarwis menjadi koperasi di Belitung diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional. Laporan dari media kami menyebutkan bahwa sejumlah Pokdarwis di Belitung telah menyatakan antusiasmenya untuk segera bertransformasi dan mengakses berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh program ini. Dengan sinergi yang erat, pemerintah optimistis ribuan kelompok wisata di pelosok negeri akan bangkit sebagai koperasi modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendongkrak daya tarik wisata Indonesia di kancah global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User