Alasan Warga Rela Jual Lahan untuk Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tembusan yang sejajar dengan rel kereta api, menghubungkan kawasan Pasar Min
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tembusan yang sejajar dengan rel kereta api, menghubungkan kawasan Pasar Minggu menuju Tanjung Barat di Jakarta Selatan. Proyek strategis ini mendapatkan respons beragam dari warga, namun sebagian besar pemilik lahan sudah menyetujui untuk melepas tanah dan bangunan mereka.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, salah satu warga yang telah menyerahkan lahannya adalah Lukman, seorang pria berusia 62 tahun yang bermukim di wilayah RT 12/RW 07. Ia memutuskan untuk menjual tanah beserta bangunan yang berdiri di atasnya kepada pemerintah demi kelancaran proyek infrastruktur tersebut.
"Uang pengganti yang ditawarkan sudah sesuai, saya tidak mempermasalahkannya," ujar Lukman saat ditemui di kediamannya, Kamis (27/3/2025).
Pria paruh baya itu mengungkapkan bahwa proses sosialisasi terkait pembebasan lahan sebenarnya sudah berjalan cukup panjang. Pemerintah daerah melalui perangkat kelurahan setempat dinilai sudah cukup intensif dalam melakukan pendekatan kepada warga terdampak. Lukman menuturkan bahwa dirinya dan tetangga-tetangganya kerap terlibat dalam pertemuan-pertemuan yang difasilitasi langsung oleh petugas dari kelurahan.
Keterbukaan komunikasi inilah yang tampaknya menjadi kunci utama mengapa proses pembebasan lahan di lokasi tersebut berjalan relatif lancar. Warga diberikan pemahaman menyeluruh mengenai urgensi pembangunan akses jalan baru, mekanisme ganti rugi, hingga dampak positif yang akan dirasakan masyarakat luas setelah proyek tersebut rampung dikerjakan.
Comments (0)