Depok — Remaja Terjatuh ke Jurang 5 Meter saat Ambil Bola

Tim pemadam kebakaran Kota Depok berhasil mengevakuasi seorang remaja laki-laki yang terjatuh ke dalam jurang sedalam lima meter di kawasan Bedahan, Kecama

Jul 08, 2026 - 12:12
0 0
Depok — Remaja Terjatuh ke Jurang 5 Meter saat Ambil Bola
Tim pemadam kebakaran Kota Depok berhasil mengevakuasi seorang remaja laki-laki yang terjatuh ke dalam jurang sedalam lima meter di kawasan Bedahan, Kecamatan Sawangan, pada Sabtu malam (9/11/2024). Operasi penyelamatan berlangsung dalam kondisi gelap gulita dan medan yang curam, mengandalkan sistem katrol untuk mengangkat korban dari dasar jurang.

Kronologi: Berawal dari Bola yang Menggelinding

Peristiwa nahas itu bermula ketika korban berinisial MT (14) sedang bermain bola bersama teman-temannya di sekitar area pemukiman Bedahan yang berbatasan langsung dengan kontur tanah yang tidak stabil. Bola yang mereka gunakan menggelinding masuk ke area semak dan menghilang ke arah jurang. Tanpa menyadari bahaya yang mengintai di balik pepohonan dan ilalang, MT berusaha mengambil bola tersebut. Tanah di tepi jurang yang gembur tidak mampu menahan beban tubuh remaja itu. Ia kehilangan pijakan dan meluncur jatuh ke dasar jurang sedalam kurang lebih lima meter. Benturan keras dengan dasar tanah berbatu membuatnya tidak mampu bergerak naik sendiri. Teman-temannya yang panik segera meminta pertolongan warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Proses Evakuasi Berlapis dalam Kegelapan

Petugas Damkar tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Namun, medan yang harus mereka tembus tidaklah mudah. Jurang tersebut memiliki dinding yang nyaris vertikal dengan permukaan tanah liat yang licin. Penerangan di sekitar lokasi sangat minim, memaksa tim penyelamat mengandalkan lampu portabel yang mereka bawa. Dari dokumentasi visual di lokasi, tampak korban terbaring lemah di dasar jurang yang sempit. Satu demi satu personel turun dengan hati-hati, membawa tandu dan peralatan medis darurat. Komandan regu memutuskan bahwa proses pengangkatan tidak bisa dilakukan secara manual dengan menggendong korban karena berisiko tinggi memicu longsor susulan dan memperparah cedera korban.
"Kami terpaksa menggunakan sistem katrol dan tali untuk menarik tandu berisi korban secara vertikal. Kemiringannya lebih dari 70 derajat, jadi evakuasi manual sangat berbahaya. Kami memasang pengaman di tiga titik untuk memastikan tandu tidak berayun dan membentur dinding jurang," ujar Komandan Regu Penyelamat Damkar Depok di lokasi.
Proses mengamankan korban ke atas tandu khusus dan menariknya menggunakan pulley system memakan waktu cukup intens. Tarikan tali harus dilakukan secara perlahan dan sinkron untuk menjaga kestabilan tubuh korban yang diduga mengalami trauma di beberapa bagian tubuh. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, petugas medis yang sudah bersiaga segera memberikan pertolongan pertama. Korban selanjutnya dilarikan menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, kondisi terkini korban masih dalam pemantauan tim medis. Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, untuk tidak bermain di area yang berdekatan dengan jurang atau tanah labil tanpa pengawasan, terutama saat malam hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User