Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah
Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah
Profil Singkat
Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo lahir di Semarang pada 16 Juni 1969. Lulusan Akpol 1991 ini mengawali karier sebagai perwira pertama di jajaran Polda Jawa Tengah sebelum meniti jalur kepangkatan hingga bintang dua di pundaknya. Ia dikenal sebagai perwira dengan latar belakang reserse yang dominan. Sebelum menjabat Kapolda Jawa Tengah, Ribut tercatat sebagai Wadir Tipidkor Bareskrim Polri, Kapolrestabes Surabaya pada 2016, dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2018. Riwayat penugasannya di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai Karowabprof Divpropam Polri pada 2020 menempatkannya pada posisi strategis pengawasan internal institusi.
Mutasi ke posisi Kapolda Jawa Tengah dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/468/IV/2025 tertanggal 12 April 2025, menggantikan Irjen Pol. Ahmad Luthfi yang memasuki masa pensiun. Serah terima jabatan berlangsung di Rupatama Mabes Polri pada 14 April 2025. Pengangkatan ini menempatkan putra daerah Jawa Tengah kembali ke wilayah asalnya dengan mandat spesifik: menekan angka kejahatan jalanan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Karier dan Riwayat Jabatan
Lintasan karier Irjen Ribut Hari Wibowo menunjukkan pola penugasan yang terkonsentrasi pada fungsi reserse dan pengawasan internal. Berikut kronologi jabatan strategis yang pernah diemban:
- 2016: Kapolrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur — menangani pengamanan kota metropolitan dengan tingkat kerawanan kriminalitas tinggi.
- 2018: Dirreskrimum Polda Metro Jaya — memimpin pengungkapan sejumlah kasus menonjol di ibu kota.
- 2020: Karowabprof Divpropam Polri — bertanggung jawab pada pengawasan perilaku dan profesi anggota Polri secara nasional.
- 2022: Kapolda Kepulauan Bangka Belitung — jabatan kapolda pertama dengan tantangan wilayah kepulauan.
- 2023-2025: Kapolda Sulawesi Tenggara — memimpin pengamanan daerah dengan dinamika sosial dan politik yang kompleks.
- 14 April 2025: Dilantik sebagai Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol. Ahmad Luthfi.
Penunjukan eks Kapolda Sultra ini menuai sorotan pengamat kepolisian karena transisi dari wilayah kepulauan dan Indonesia timur menuju Jawa Tengah yang memiliki karakteristik sosial-politik berbeda. Namun, faktor kedekatan emosional sebagai putra daerah dinilai menjadi pertimbangan strategis pimpinan Polri.
Kinerja dan Program Unggulan
Satu tahun masa kepemimpinan Irjen Ribut Hari Wibowo di Polda Jawa Tengah ditandai oleh beberapa kebijakan operasional yang terukur. Pada triwulan pertama masa jabatannya, Polda Jateng mencatatkan peningkatan pengungkapan kasus narkotika sebesar 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan rilis resmi Bidhumas Polda Jateng pada Agustus 2025. Data ini bersumber dari laporan satuan wilayah yang dikompilasi oleh Direktorat Reserse Narkoba.
Salah satu janji yang disampaikan dalam sambutan perdananya pada 15 April 2025 adalah:
"Saya akan memastikan tidak ada tempat bagi premanisme dan pungutan liar di Jawa Tengah. Anggota yang kedapatan membekingi kegiatan ilegal akan saya tindak tegas tanpa pandang bulu."
Pernyataan ini diikuti oleh operasi pembersihan preman di wilayah Pantura yang dilaksanakan pada Mei-Juni 2025. Sebanyak 34 orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk tiga oknum anggota Polri yang diduga terlibat. Ketiganya kemudian menjalani proses kode etik di Divpropam Polda Jateng. Namun, Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu Lembaga Pemantau Kepolisian Indonesia
Comments (0)