Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Politik

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Lampung sejak November 2024. Ia menggantikan Irjen Pol. Ahmad Wiyagus. Alumni Akademi Kepolisian 1993 ini merupakan perwira tinggi yang hampir separuh kariernya dihabiskan di satuan reserse. Sebelum bertugas di Lampung, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Baintelkam Polri.

Sosoknya dikenal sebagai perwira dengan pendekatan analitis. Jejak digital mencatat Helmy Santika pernah menjabat sebagai penyidik di Bareskrim dan kemudian menjadi Dirkrimum Polda Metro Jaya pada periode 2018-2020 — posisi yang menempatkannya sebagai ujung tombak penanganan kejahatan serius di ibu kota.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Helmy Santika menunjukkan spesialisasi kuat di bidang kriminal. Beberapa posisi kunci yang pernah diemban:

  • Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya
  • Kapolres Metro Jakarta Selatan (2016)
  • Dirkrimum Polda Metro Jaya (2018)
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri
  • Wakapolda Kalimantan Tengah (2022)
  • Wakil Kepala Baintelkam Polri (2023)
  • Kapolda Lampung (2024-sekarang)

Pola mutasi ini mengonfirmasi pengalaman panjangnya di reserse kriminal sebelum beralih ke intelijen dan akhirnya memimpin polda. Pengalaman di Baintelkam menjadi modal penting dalam membaca dinamika keamanan di Lampung yang kerap diwarnai konflik sosial dan kejahatan terorganisir.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat, Helmy Santika menggaungkan program "Polri Presisi" dengan penekanan pada penegakan hukum berkeadilan. Dalam pidato perdananya pada November 2024, ia menyatakan komitmen memberantas peredaran narkoba dan menekan angka kejahatan jalanan yang menjadi keresahan warga Lampung.

"Kita akan pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan. Saya minta seluruh jajaran bekerja profesional, tidak arogan, dan mengedepankan pendekatan restorative justice untuk perkara ringan," — Irjen Helmy Santika, November 2024.

Fakta lapangan menunjukkan realisasi yang terukur namun belum sepenuhnya tuntas. Sepanjang 2025, Polda Lampung mencatat pengungkapan 73 kasus narkotika dengan barang bukti 112 kilogram sabu dan 45 kilogram ganja — meningkat 18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung menunjukkan angka prevalensi pengguna justru naik tipis, mengindikasikan bahwa penindakan belum diimbangi pencegahan yang memadai.

Pada sektor keamanan publik, program "Kampung Bebas Narkoba" yang dicanangkan di 15 kecamatan pada awal 2025 baru terealisasi di 8 kecamatan per Januari 2026. Realisasi anggaran program ini baru menyentuh 53% dari total alokasi Rp 8,7 miliar. Dokumentasi APBD dan laporan realisasi fisik yang dapat diakses publik mengonfirmasi kesenjangan ini.

Catatan positif terlihat pada penanganan konflik agraria di Mesuji. Pada Maret 2025, Helmy Santika memimpin langsung mediasi antara warga dan perusahaan perkebunan yang berlangsung tanpa kekerasan berarti — kontras dengan sejarah konflik berdarah di wilayah tersebut pada 2012.

Kontroversi dan Catatan Kritis

Tidak ada kontroversi personal signifikan yang melekat pada Helmy Santika. Namun, dua peristiwa mencuat selama masa kepemimpinannya yang patut dicatat. Pertama, insiden penembakan terhadap tersangka pencurian kendaraan bermotor oleh anggota Polresta Bandar Lampung pada Januari 2025 yang memicu demonstrasi dari keluarga korban. Helmy Santika merespons dengan menonaktifkan oknum anggota dan membentuk tim investigasi internal. Kasus ini masih bergulir di pengadilan per Januari 2026.

Kedua, laporan dari Ombudsman RI Perwakilan Lampung pada April 2025 yang mencatat 37 pengaduan masyarakat terkait pelayanan kepolisian — mayoritas menyangkut penanganan perkara lambat dan dugaan pungutan liar di tingkat polsek. Angka ini sebenarnya menurun dibanding 52 pengaduan pada 2023, namun belum mencapai target nol pengaduan yang ia canangkan. Helmy Santika merespons temuan ini dengan merotasi tiga kapolsek dan membuka posko pengaduan digital yang hingga kini beroperasi.

Tantangan dan Harapan

Lampung menghadapi tantangan keamanan multidimensi: posisi geografis sebagai pintu gerbang Sumatera menjadikannya jalur strategis peredaran narkoba, konflik sumber daya alam masih laten, dan kejahatan siber meningkat seiring digitalisasi. Data BPS Lampung 2024-2025 menunjukkan peningkatan indeks kejahatan sebesar 4,7% secara tahunan.

Helmy Santika memiliki sisa waktu efektif sekitar dua tahun untuk merealisasikan janji-janji kampanye kepemimpinannya. Keberhasilan atau kegagalannya akan diukur dari kemampuannya menerjemahkan pengalaman reserse dan intelijen menjadi kebijakan polda yang efektif — bukan sekadar retorika. Masyarakat sipil dan pemantau kepolisian di Lampung mencatat bahwa ukuran akhir bukanlah jumlah kasus yang diungkap, melainkan kualitas keadilan yang dirasakan warga biasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User