Jakarta & Dubai — Menteri Koperasi dan Sandiaga Dorong Ekonomi Hijau

Jakarta, Lurusin.com — Dua sosok kunci di pemerintahan dan dunia usaha, Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Co-Founder Saratoga Investama Sandiaga Uno, t

Jul 12, 2026 - 04:32
0 0
Jakarta & Dubai — Menteri Koperasi dan Sandiaga Dorong Ekonomi Hijau

Jakarta, Lurusin.com — Dua sosok kunci di pemerintahan dan dunia usaha, Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Co-Founder Saratoga Investama Sandiaga Uno, tampil di panggung berbeda namun menyuarakan misi serupa: mengakselerasi ekonomi hijau sebagai fondasi pertumbuhan nasional. Ferry Juliantono hadir dalam Forum Ekonomi Hijau yang digelar di Kantor PT PLN, Selasa (17/6/2026), sementara Sandiaga Uno tampil sebagai pembicara di Dubai Global Gateway 3.0.

Dari Kantor PLN: Koperasi sebagai Ujung Tombak Transisi Energi

Forum yang berlangsung di Kantor Pusat PLN, Jakarta, itu menjadi panggung bagi Menteri Ferry Juliantono untuk memaparkan peta jalan koperasi dalam ekosistem energi bersih. Dengan latar logo PLN yang mencolok, ia menekankan bahwa partisipasi koperasi tidak lagi opsional, melainkan syarat mutlak untuk mewujudkan keadilan energi di daerah terpencil.

"Koperasi harus menjadi penyedia solusi energi terbarukan berbasis komunitas. Kami menargetkan 500 koperasi percontohan yang mengelola pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro pada akhir 2026," ujar Ferry Juliantono di hadapan peserta forum.

Dalam pemaparannya, ia merinci tiga pilar utama strategi koperasi hijau:

  • Pilar 1: Penyertaan modal negara untuk koperasi prioritas di sektor energi terbarukan minimal Rp 2,5 miliar per koperasi.
  • Pilar 2: Kemitraan teknis dengan PLN dan perusahaan swasta untuk transfer teknologi panel surya dan penyimpanan baterai.
  • Pilar 3: Pendidikan vokasi berbasis komunitas yang menyasar 10.000 anggota koperasi hingga 2027.

Ferry juga mengungkap data Kementerian Koperasi per kuartal I-2026 bahwa baru 12% dari total 127.000 koperasi aktif yang terlibat dalam usaha ramah lingkungan. Angka ini menjadi pijakan urgensi transformasi koperasi dari model bisnis konvensional menuju rantai pasok hijau.

Dubai Global Gateway: Sandiaga Uno Pasarkan Potensi Hijau Indonesia

Di belahan dunia lain, Co-Founder Saratoga Investama Sandiaga Uno turut mengamplifikasi narasi serupa di Dubai. Dalam forum Dubai Global Gateway 3.0 yang mempertemukan investor global dengan pelaku usaha negara berkembang, Sandiaga menyodorkan data potensi investasi hijau Indonesia senilai 120 miliar dolar AS untuk sektor energi, transportasi, dan industri berkelanjutan.

Dengan gaya presentasi yang khas, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar karbon global. "Kami mengelola 125 juta hektare hutan tropis yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Ini adalah aset yang tidak dimiliki banyak negara," tegas Sandiaga dalam cuplikan wawancara yang dirilis tim komunikasinya.

Perbandingan Dua Strategi Hijau

AspekForum PLN (Ferry Juliantono)Dubai Global Gateway (Sandiaga Uno)
FokusPemberdayaan koperasi di tingkat akar rumputInvestasi hijau skala besar dan pasar modal
SkalaKomunitas pedesaan, UMKMGlobal, investor institusi
Target 2026-2027500 koperasi energi bersih20 miliar dolar AS komitmen investasi
InstrumenPenyertaan modal negaraObligasi hijau dan ESG fund

Menariknya, kedua pendekatan ini saling melengkapi. Di satu sisi, koperasi memastikan manfaat ekonomi hijau terdistribusi hingga lapisan masyarakat terbawah. Di sisi lain, investasi besar dari global fund memungkinkan pembangunan infrastruktur energi bersih skala utilitas yang diperlukan untuk substitusi bahan bakar fosil nasional.

Analisis: Kala Nasional dan Global Berbenah Bersama

Dr. Rizal Fahmi, ekonom lingkungan dari Universitas Indonesia, menilai bahwa dualitas forum ini mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan Indonesia. "Kita menyaksikan kolaborasi yang jarang terjadi: birokrasi koperasi di level tapak dan kapital global di atasnya berjalan serempak. Jika konsisten, multiplier effect-nya bisa menciptakan 2,7 juta lapangan kerja hijau baru dalam lima tahun," ujarnya.

Namun, tantangan tetap membayang. Kesenjangan kapasitas antara koperasi kecil di pelosok dengan standar investor global menjadi pekerjaan rumah besar. Ferry Juliantono mengakui perlunya "terjemahan kebijakan" yang memungkinkan koperasi mengakses skema carbon credit yang saat ini dikuasai korporasi besar.

Kedua tokoh ini—yang sama-sama direkam lensa fotografer di momen terpisah—mengirimkan sinyal tegas bahwa ekonomi hijau Indonesia harus bergerak dari dua ujung: membumi melalui koperasi, dan mendunia lewat kancah investasi seperti Dubai.

[SOCIAL_TWEET]: Dua panggung, satu misi: ekonomi hijau Indonesia. Menteri Koperasi Ferry Juliantono siapkan 500 koperasi energi bersih, sementara Sandiaga Uno pasarkan potensi karbon RI senilai 120 miliar dolar AS di Dubai. #EkonomiHijau #KoperasiMaju #InvestasiHijau[SOCIAL_TG]: 🌱 Menteri Ferry Juliantono dan Sandiaga Uno serentak dorong ekonomi hijau! Koperasi dapat jatah modal Rp2,5M, investor Dubai antre masuk. Cek detilnya di sini 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User