IHSG Cetak Penguatan ke Level 7.046 di Tengah Ketidakpastian Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuktikan ketangguhannya di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi global. Pada penutupan perdaganga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuktikan ketangguhannya di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi global. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/8/2022), IHSG sukses bertengger di level psikologis 7.046,63. Pencapaian ini merupakan hasil dari penguatan sebesar 58,47 poin atau setara dengan 0,84 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Di saat bursa-bursa utama global seperti Wall Street dan Eropa justru tertekan, pasar modal Indonesia justru tampil trengginas dan melanjutkan reli penguatannya. Para karyawan di gedung bursa, seperti yang dipantau oleh pewarta Liputan6.com, terlihat antusias menyaksikan laju indeks yang konsisten bergerak di jalur hijau sepanjang sesi perdagangan.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari itu didominasi oleh akumulasi beli dari investor asing. Data mencatat total volume transaksi di seluruh pasar mencapai puluhan triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan yang sangat tinggi. Sektor energi, perbankan, logam, dan teknologi menjadi motor utama penguatan indeks. Deretan saham unggulan berkapitalisasi besar (big caps) seperti bank-bank BUKU IV, emiten batu bara, dan telekomunikasi menjadi incaran utama pelaku pasar.
Faktor Pendorong Reli IHSG di Tengah Tekanan Global
Setidaknya terdapat tiga faktor kunci yang menjadi bahan bakar penguatan IHSG.
- Rilis Kinerja Keuangan Kuartal II-2022 yang Moncer. Mayoritas emiten yang listing di BEI membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan secara tahunan (YoY). Pemulihan ekonomi pasca pandemi yang solid di Indonesia mendongkrak daya beli masyarakat dan margin keuntungan perusahaan-perusahaan terbuka.
- Stabilitas Harga Komoditas. Kendati ada koreksi di beberapa titik, harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan nikel tetap berada di level yang tinggi. Hal ini memberikan windfall profit bagi emiten sektor tambang dan energi yang memiliki bobot besar terhadap kapitalisasi pasar IHSG.
- Kebijakan Moneter Bank Indonesia. Di saat bank sentral global, terutama The Fed, agresif menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia saat itu masih relatif akomodatif. Suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate yang stabil menjaga selisih imbal hasil obligasi tetap menarik bagi investor portofolio asing, sehingga mencegah terjadinya capital outflow besar-besaran.
Perspektif Analis Pasar Modal
Optimisme pasar modal Indonesia tidak lepas dari kuatnya fundamental ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga yang menjadi porsi terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus menunjukkan tren ekspansi. Kinerja ekspor yang cemerlang juga menopang neraca perdagangan Indonesia yang kala itu berhasil membukukan surplus. Para analis menilai, valuasi saham di Indonesia masih terbilang cukup terjangkau (attractive valuation) dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
“Pasar kita sedang dalam momentum bullish jangka pendek. Valuasi saham di Indonesia masih terbilang menarik dibandingkan dengan obligasi, sehingga equity risk premium kita cukup positif. Ini yang menjadi alasan dana asing terus masuk ke ekuitas dalam negeri,” jelas seorang Head of Research salah satu sekuritas nasional.
Proyeksi IHSG Hingga Akhir Tahun 2022
Pencapaian IHSG di level 7.046 menumbuhkan optimisme bahwa indeks saham acuan Tanah Air ini berpotensi mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high) pada akhir tahun. Dengan ditopang oleh belanja pemerintah yang terus digenjot dalam rangka pembangunan infrastruktur dan pemulihan sektor riil, target IHSG menembus 7.200 hingga 7.500 dianggap realistis oleh sejumlah rumah analis. Namun, investor tetap diingatkan untuk mencermati risiko global yang berasal dari ancaman stagflasi di kawasan Eropa dan potensi perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Meredanya kasus Covid-19 dan pelonggaran mobilitas masyarakat menjadi angin segar yang memulihkan kepercayaan diri konsumen di dalam negeri, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekosistem investasi paling atraktif di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2022.
[SOCIAL_TWEET]: Siapa bilang resesi bikin IHSG lesu? Indeks acuan kita justru parkir manis di 7.046! Rapor kinerja emiten Q2 yang moncer dan harga komoditas jadi bahan bakarnya. Mantap! #IHSG #SahamIndonesia #Investasi[SOCIAL_TG]: 🚀 IHSG Gas Pol! Di saat bursa lain loyo, IHSG sukses sentuh 7.046. Sektor tambang dan perbankan bikin cuan! 📈 Siap-siap all time high baru, nih.
Comments (0)