Gubernur Koster Serap Riset BRIN untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

TABANAN — Gubernur Bali I Wayan Koster menghadiri dialog strategis bersama para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Tabanan, Seni

Jul 12, 2026 - 04:36
0 0
Gubernur Koster Serap Riset BRIN untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

TABANAN — Gubernur Bali I Wayan Koster menghadiri dialog strategis bersama para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Tabanan, Senin (7/8/2023). Pertemuan yang berlangsung tertutup selama lebih dari dua jam itu membahas integrasi hasil riset ilmiah ke dalam kebijakan pembangunan daerah, terutama di sektor pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Putu Merta/Liputan6.com melaporkan, kehadiran Koster di tengah para peneliti ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Bali berkomitmen menjadikan sains dan data sebagai fondasi pengambilan keputusan. Gubernur tampak serius mendengarkan paparan sejumlah peneliti senior yang mempresentasikan temuan terbaru mereka mengenai degradasi ekosistem pesisir di Bali selatan serta potensi pengembangan energi terbarukan di kawasan Batur.

BRIN Tawarkan Cetak Biru Pariwisata Berbasis Daya Dukung Lingkungan

Dalam sesi dialog, tim peneliti BRIN memaparkan hasil studi longitudinal selama tiga tahun yang mengukur daya dukung dan daya tampung destinasi wisata unggulan, termasuk Kuta, Nusa Dua, dan Ubud. Data menunjukkan bahwa beberapa titik wisata telah melampaui ambang batas ekologis saat musim puncak, mengakibatkan tekanan pada pasokan air bersih dan peningkatan volume limbah.

“Kami tidak bisa lagi mengandalkan strategi kuantitas wisatawan. Data BRIN ini memperkuat keyakinan kami untuk bergeser ke pariwisata berkualitas yang menghormati batas kemampuan alam Bali. Sains harus menjadi kompas, bukan lagi intuisi politik semata,” tegas Koster seusai acara.

BRIN mengusulkan model moratorium berkala di sejumlah zona rentan serta penerapan sistem kuota kunjungan yang dipersonalisasi secara digital. Model ini, menurut Kepala Pusat Riset Pariwisata BRIN, sudah teruji secara simulasi dan mampu menyeimbangkan pendapatan daerah dengan konservasi lingkungan dalam jangka panjang.

Pengembangan Pangan Lokal dan Sorgum

Topik lain yang mendapat perhatian serius adalah ketahanan pangan. Gubernur Koster secara khusus menunjukkan minat terhadap riset BRIN tentang diversifikasi pangan berbasis sorgum dan tanaman umbi lokal Bali. Bali memiliki sejarah panjang dengan sorgum sebagai makanan pokok sebelum era beras, dan BRIN telah mengidentifikasi varietas unggul yang cocok dikembangkan di lahan kering Bali utara dan timur.

“Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian untuk memetakan lahan tidur yang bisa dialihfungsikan untuk sorgum. Target kami adalah mengurangi ketergantungan beras hingga 20 persen dalam lima tahun ke depan. Riset BRIN ini mempercepat langkah kami,” tambah mantan anggota DPR RI itu.

Berdasarkan data BRIN, sorgum memiliki keunggulan dari sisi kebutuhan air yang jauh lebih rendah ketimbang padi — hanya memerlukan sekitar 30 persen kebutuhan air sawah. Di tengah ancaman krisis air akibat perubahan iklim, pengembangan sorgum menjadi semakin mendesak untuk direalisasikan.

Energi Terbarukan dan Geotermal Batur

Sektor energi terbarukan juga menjadi bahasan hangat. Kawasan Kintamani dan Gunung Batur memiliki potensi geotermal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Peneliti BRIN menyampaikan bahwa cadangan panas bumi di kawasan tersebut mampu memasok listrik hingga 150 megawatt, cukup untuk menggerakkan sepertiga kebutuhan listrik Bali.

Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali akan mempercepat proses perizinan dan membangun sinergi dengan pemerintah pusat agar proyek geotermal Batur dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2024. “Ini bukan lagi wacana. Era energi bersih Bali harus dimulai sekarang,” katanya.

Komitmen Berkelanjutan

Pertemuan ini merupakan bagian dari serangkaian dialog kebijakan berbasis riset yang digagas oleh Pemprov Bali sepanjang 2023. Sebelumnya, Koster juga telah bertemu dengan para peneliti kelautan dan arkeolog untuk merumuskan strategi perlindungan situs budaya bawah air di perairan Bali utara.

Dengan usia kepemimpinan yang memasuki tahun keempat, Gubernur Koster tampak berambisi menorehkan warisan kebijakan yang kuat dan terukur secara ilmiah. Pendekatan berbasis bukti ini sekaligus menjadi pembeda dari gaya kepemimpinan sebelumnya yang kerap mengandalkan kebijakan populis jangka pendek.

FAQ Esensial

  • Apa tujuan pertemuan Gubernur Koster dengan BRIN? Membahas integrasi hasil riset ilmiah ke dalam kebijakan pembangunan Bali, khususnya pariwisata berkelanjutan, ketahanan pangan lokal, dan energi terbarukan.
  • Mengapa sorgum menjadi perhatian serius Pemprov Bali? Sorgum membutuhkan air 70% lebih sedikit dari padi, cocok untuk lahan kering, dan merupakan bagian dari diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.
  • Apa potensi geotermal Batur yang diungkap BRIN? Cadangan panas bumi di kawasan Gunung Batur mampu memasok listrik hingga 150 megawatt, dan Pemprov Bali menargetkan proyek ini masuk PSN pada 2024.

[TAGS]: #Bali #IWayanKoster #BRIN #PariwisataBerkelanjutan #EnergiTerbarukan

[SOCIAL_TWEET]: Gubernur Bali serap riset BRIN untuk kebijakan berbasis data. Pariwisata berkelanjutan, sorgum, dan geotermal Batur jadi fokus utama. Era kebijakan berbasis sains dimulai. #Bali #IWayanKoster #BRIN

[SOCIAL_FB]: Gubernur Bali I Wayan Koster hadiri dialog strategis dengan peneliti BRIN di Tabanan. Bukan sekadar seremonial, pertemuan ini menghasilkan komitmen konkret: moratorium berkala destinasi wisata, diversifikasi pangan ke sorgum, dan percepatan proyek geotermal Batur. Data dan sains akan menjadi kompas kebijakan Bali ke depan. Selengkapnya di laporan khusus kami.

[SOCIAL_TG]: Riset BRIN ungkap daya dukung destinasi wisata Bali terlampaui. Gubernur Koster siap terapkan kuota digital dan percepat energi bersih. Baca selengkapnya.

[SOCIAL_THREADS]: Bali sedang bergerak ke arah kebijakan berbasis data. Pertemuan Gubernur Koster dengan BRIN menghasilkan tiga pilar utama: pariwisata berkelanjutan, sorgum untuk ketahanan pangan, dan geotermal Batur. Perubahan nyata atau sekadar retorika? Waktu yang membuktikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User