Dirut KAI Ungkap Peran Kereta Api dalam Ekspor Batu Bara

BOJONEGARA, BANTEN — Aktivitas di perairan Bojonegara, Serang, akhir-akhir ini semakin padat oleh hilir mudik kapal tongkang pengangkut batu bara. Tumpukan

Jul 12, 2026 - 04:04
0 0
Dirut KAI Ungkap Peran Kereta Api dalam Ekspor Batu Bara

BOJONEGARA, BANTEN — Aktivitas di perairan Bojonegara, Serang, akhir-akhir ini semakin padat oleh hilir mudik kapal tongkang pengangkut batu bara. Tumpukan batu bara hitam menggunung di atas dek, siap diangkut ke negeri-negeri yang haus energi. Pemandangan ini menjadi penanda nyata melesatnya ekspor batu bara Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2021, nilai ekspor produk pertambangan dan lainnya menembus USD 3,77 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sekitar USD 3,2 miliar, dan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Di tengah gemuruh ekspor itu, sebuah perbincangan penting berlangsung di atas rel. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam perjalanan wisata bersama awak media dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026), memaparkan bagaimana roda kereta ikut memutar ceruk rezeki dari komoditas tambang. Dengan santai namun penuh keyakinan, Bobby mengungkap strategi perusahaan dalam mendukung salah satu pilar utama devisa negara ini.

Lonjakan Ekspor Batu Bara dan Dampaknya

Kinerja ekspor batu bara nasional sepanjang tahun 2021 memang pantas diacungi jempol. Permintaan global yang memuncak – terutama dari Tiongkok dan India – ditambah krisis energi di Eropa, membuat harga komoditas ini terbang tinggi. Data BPS menunjukkan, sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar surplus neraca perdagangan pada September 2021. Ekspor bahan bakar mineral, yang didominasi batu bara, berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap total ekspor nonmigas bulan itu.

Seorang pengamat ekonomi energi, Fajar Wibowo, menuturkan, “Kenaikan ini memang didorong oleh faktor eksternal. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah kesiapan infrastruktur logistik kita. Tanpa rantai pasok yang efisien mulai dari mulut tambang hingga pelabuhan, momentum harga tinggi bisa terlewat begitu saja.

Kapal-kapal tongkang yang lepas jangkar di perairan Bojonegara hanyalah ujung dari mata rantai panjang. Sebelum mencapai dermaga, batu bara harus menempuh ratusan kilometer jalur darat. Di sinilah peran moda kereta api menjadi krusial.

Rel Kereta, “Urat Nadi” Suplai Batu Bara

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa saat ini PT KAI melalui anak usahanya, KAI Logistik, mengoperasikan rangkaian kereta khusus batu bara di Sumatera Selatan. Jalur sepanjang 410 kilometer dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tarahan menjadi yang tersibuk, mengangkut lebih dari 50 juta ton per tahun. Angka ini setara dengan sekitar 15 persen dari total produksi batu bara nasional yang diekspor.

“Kami terus meningkatkan kapasitas angkutan batu bara melalui jalur kereta. Ini bukan hanya soal mendukung target ekspor, tetapi juga soal efisiensi dan keandalan. Kereta api mampu memindahkan volume besar dengan biaya yang lebih rendah dan dampak lingkungan yang lebih terkendali dibandingkan truk,”
ujar Bobby di sela perbincangan dengan awak media di KA Wisata rute Yogyakarta-Jakarta.

Kini, perseroan tengah menggarap proyek peningkatan jalur, termasuk pembangunan double track di beberapa segmen krusial. Penambahan lokomotif dan gerbong khusus batu bara juga menjadi prioritas. Data internal KAI yang disebutkan dalam diskusi menunjukkan pertumbuhan volume angkutan batu bara yang stabil:

TahunVolume Angkutan (juta ton)Peningkatan
201942,1-
202045,88,8%
2021*52,514,6%

*Proyeksi hingga akhir tahun

Peningkatan itu sejalan dengan data BPS, di mana nilai ekspor merangkak naik sejak triwulan kedua 2021. Integrasi antara data makro dan operasi di lapangan ini menunjukkan betapa vitalnya konektivitas antara tambang, rel, dan pelabuhan.

Tantangan dan Arah ke Depan

Meskipun cerah, koordinasi antara operator kereta dan perusahaan tambang tidak selalu mulus. Keterbatasan frekuensi perjalanan akibat jalur tunggal serta waktu bongkar muat di pelabuhan masih menjadi pekerjaan rumah. Bobby mengakui, pihaknya sedang berdiskusi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk jalur kereta baru di koridor Kalimantan yang kini masih bertumpu pada transportasi sungai.

Badan Kebijakan Fiskal memperkirakan, jika tren harga batu bara bertahan hingga akhir tahun, kontribusi sektor ini terhadap PDB bisa melampaui 1,2 persen. Peran KAI sebagai tulang punggung logistik di Pulau Sumatera akan menjadi penentu, mengingat sekitar 70 persen ekspor batu bara dari wilayah tersebut diangkut melalui rel.

Di ujung perbincangan di atas kereta, Bobby menyelipkan optimisme. “Ketika gerbong-gerbong batu bara berjalan lancar, itu artinya ekonomi kita ikut bergerak. Kami akan memastikan rel ini tetap menjadi pilihan utama.

Dengan sinergi antara sektor pertambangan dan transportasi yang semakin solid, melesatnya ekspor batu bara Indonesia bukan lagi sekadar kado dari lonjakan harga dunia, melainkan hasil dari kerja kolektif mengandalkan efisiensi rantai pasok nasional.

[SOCIAL_TWEET]: Melesatnya ekspor batu bara tak lepas dari peran si ular besi. Dirut KAI ungkap strategi rel mendukung logistik tambang. Simak selengkapnya! #EksporBatuBara #KAI #LogistikMaju #EnergiIndonesia[SOCIAL_TG]: 🚂📈 Dirut KAI Bobby Rasyidin memaparkan bagaimana rel kereta jadi urat nadi ekspor batu bara nasional. Dari Tanjung Enim ke Tarahan, lebih dari 50 juta ton per tahun meluncur efisien. Momentum harga tinggi harus diimbangi logistik andal!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User