Delcy Rodriguez Resmi Dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela
Caracas — Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi dilantik sebagai Presiden sementara dalam sebuah upacara di Majelis Nasional, Caracas, pada Seni
Caracas — Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi dilantik sebagai Presiden sementara dalam sebuah upacara di Majelis Nasional, Caracas, pada Senin, 5 Januari 2026. Pelantikan ini menandai transisi kekuasaan sementara dari Presiden Nicolas Maduro yang dikabarkan tengah menjalani perawatan medis di luar negeri.
Sumpah Jabatan di Tengah Sorotan Politik
Dengan tangan di atas konstitusi, Rodriguez mengambil sumpah untuk memimpin negara hingga Maduro dinyatakan pulih dan mampu kembali menjalankan tugasnya. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di hadapan para anggota parlemen, pejabat tinggi militer, dan perwakilan diplomatik. Dalam pidato perdananya, Rodriguez menegaskan kelangsungan proyek revolusi Bolivarian.
“Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Venezuela akan terus melangkah di bawah prinsip kedaulatan dan keadilan sosial yang telah diperjuangkan Presiden Maduro,”tegasnya.
Sosok Kepercayaan Utama Maduro
Delcy Rodriguez bukanlah nama baru di kancah politik Venezuela. Sejak menjabat Wakil Presiden pada 2017, ia dikenal sebagai salah satu orang paling loyal dalam lingkaran kekuasaan Maduro. Sebelumnya, Rodriguez pernah menduduki posisi Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Luar Negeri, serta Ketua Majelis Konstituante kontroversial yang dibentuk pada 2017. Jejak kariernya yang panjang membuat banyak pengamat melihat pelantikan ini sebagai upaya memastikan stabilitas tanpa goncangan berarti di tubuh Partai Sosialis Venezuela (PSUV).
Sumber internal istana menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Maduro mulai menurun sejak akhir 2025, yang mengharuskannya menjalani terapi intensif di Kuba. Berdasarkan konstitusi Venezuela, apabila presiden berhalangan sementara, wakil presiden dapat mengambil alih kekuasaan dengan persetujuan Majelis Nasional.
Reaksi Domestik dan Internasional
Pelantikan ini menuai beragam respons. Oposisi Venezuela menganggap momen ini sebagai kelanjutan dari rezim tanpa perubahan substansial. “Ini hanyalah rotasi simbolis, bukan transisi demokratis yang sesungguhnya,” kata seorang juru bicara koalisi oposisi. Sementara itu, mitra tradisional Caracas seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran segera mengirimkan ucapan selamat resmi dan menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan sementara Rodriguez.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Maduro, memilih bersikap wait and see. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, “Kami memantau situasi dengan saksama dan berharap proses konstitusional ini tidak digunakan untuk lebih menekan oposisi.”
Langkah Awal dan Prioritas
Dalam keterangan pers usai pelantikan, Rodriguez mengungkapkan bahwa prioritas utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi yang mulai menunjukkan tanda perbaikan setelah bertahun-tahun hiperinflasi. Ia juga berjanji melanjutkan dialog dengan sektor swasta dan menjamin pasokan kebutuhan pokok.
“Krisis tidak bisa diselesaikan dengan pertikaian politik. Saya membuka pintu bagi semua pihak yang ingin membangun Venezuela tanpa agenda terselubung,” ucapnya. Rencananya, Rodriguez akan segera membentuk kabinet mini transisi yang terdiri dari menteri-menteri eksisting dengan beberapa penyesuaian untuk memperkuat manajemen krisis.
Dengan situasi yang masih serba dinamis, mata publik kini tertuju pada sejauh mana Rodriguez mampu menavigasi negeri yang telah lama terkoyak konflik politik dan sanksi ekonomi tersebut.
[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Delcy Rodriguez resmi dilantik sebagai Presiden sementara Venezuela, menggantikan Nicolas Maduro yang menjalani perawatan medis. Pelantikan berlangsung di Majelis Nasional, Caracas. #Venezuela #DelcyRodriguez #Maduro [SOCIAL_TG]: 🇻🇪 Delcy Rodriguez resmi jadi Presiden sementara Venezuela, gantikan Maduro yang sakit. Dilantik di Majelis Nasional pada 5 Januari 2026. Jaga stabilitas, lanjutkan dialog!
Comments (0)