Menkeu Purbaya: Lulusan PKN STAN Harus Adaptif Hadapi Disrupsi
Tangerang Selatan — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kuliah umum pada puncak peringatan Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Neg
Tangerang Selatan — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kuliah umum pada puncak peringatan Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di kampus utama, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/6). Dalam kesempatan itu, Menkeu menekankan pentingnya transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif sebagai fondasi pengelolaan keuangan negara di tengah gelombang disrupsi teknologi.
Kehadiran Menkeu yang juga merupakan arsitek sejumlah reformasi fiskal era pemerintahan saat ini disambut oleh lebih dari 3.500 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, alumni, serta pejabat eselon I dan II Kementerian Keuangan. Purbaya menyampaikan bahwa institusi pendidikan kedinasan seperti PKN STAN tidak hanya dituntut mencetak lulusan yang menguasai akuntansi dan perpajakan, tetapi juga harus mampu melahirkan talenta yang cakap dalam data analytics, kecerdasan buatan, dan tata kelola digital.
“Indonesia sedang menuju ekosistem keuangan negara yang sepenuhnya terintegrasi secara digital. Dalam tiga tahun ke depan, minimal 80 persen layanan keuangan dan perbendaharaan negara akan berbasis platform digital. Lulusan PKN STAN harus berada di garda depan perubahan ini,” ujar Purbaya. Ia pun memaparkan bahwa realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir Mei 2025 telah mencapai Rp 1.024 triliun atau sekitar 38,7 persen dari total APBN 2025 yang sebesar Rp 2.645 triliun, dan seluruh proses pencairan diharapkan sudah menggunakan sistem paperless pada akhir tahun anggaran berjalan.
Rekam Jejak dan Relevansi PKN STAN bagi Keuangan Negara
PKN STAN yang berdiri sejak 2014 dari transformasi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) telah menghasilkan lebih dari 27.000 alumni yang kini tersebar di seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, hingga lembaga internasional. Dies Natalis ke-11 kali ini mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan SDM Keuangan yang Agil dan Berintegritas di Era Digital”. Menurut Direktur PKN STAN, Evy Mulyani, kurikulum saat ini telah menambahkan mata kuliah pilihan seperti Blockchain untuk Transparansi Fiskal, Machine Learning untuk Analisis Risiko Perpajakan, serta Keamanan Siber Sektor Publik.
“Kami menyadari bahwa tantangan pengelolaan keuangan negara ke depan jauh berbeda dengan satu dekade lalu. Serangan siber terhadap infrastruktur keuangan negara meningkat 300 persen sepanjang 2024, dan ini memerlukan talenta yang tidak hanya paham aturan tetapi juga teknologi,” kata Evy. Atas dasar itulah, kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pelibatan expert dari pelaku fintech terus ditingkatkan.
Transformasi Digital dalam Angka: Target dan Capaian
| Indikator | Tahun 2022 | Tahun 2025 (Target) |
|---|---|---|
| Persentase layanan keuangan negara berbasis digital | 42% | 85% |
| Waktu rata-rata pemrosesan Surat Perintah Membayar (SPM) | 4,2 hari | 1,5 hari |
| Jumlah unit kerja yang terhubung platform SAKTI Terintegrasi | 1.780 | 3.560 (seluruh unit) |
| Alokasi anggaran transformasi digital Kemenkeu | Rp 3,8 triliun | Rp 5,6 triliun |
Data di atas menunjukkan akselerasi yang signifikan. Purbaya menyebutkan bahwa e-government di bidang fiskal bukan lagi sekadar efisiensi birokrasi, melainkan keniscayaan untuk menjaga tingkat kepercayaan publik dan investor. “Setiap rupiah yang dibelanjakan negara harus bisa terlacak secara real-time. Ini hanya mungkin jika seluruh lini, dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, terdigitalisasi,” tegasnya.
“Lulusan PKN STAN harus menjadi problem-solver, bukan sekadar operator anggaran. Era disrupsi menuntut kemampuan membaca big data untuk mendeteksi kebocoran atau memberikan rekomendasi fiskal berbasis bukti,” ujar ekonom senior sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, saat ditemui di sela acara. Menurutnya, tanpa peningkatan kapasitas digital yang masif, Indonesia berisiko kehilangan potensi penerimaan hingga Rp 150 triliun per tahun akibat kebocoran rantai pasok dan kesalahan pemrosesan data.
Purbaya pun menyoroti pentingnya integritas. Di hadapan mahasiswa, ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi tanpa komitmen moral hanya akan melahirkan korupsi gaya baru yang lebih canggih. “Saya tidak ingin mendengar ada alumni STAN yang terlibat pembobolan sistem pembayaran negara. Kalian adalah benteng terakhir kepercayaan publik,” serunya dengan nada serius. Sepanjang 2022–2025, Inspektorat Jenderal Kemenkeu mencatat 17 kasus pelanggaran disiplin pegawai yang melibatkan penyalahgunaan akses sistem informasi keuangan, dengan kerugian negara mencapai Rp 240 miliar.
Peran PKN STAN dalam Cetak Biru SDM Nasional
Kuliah umum itu juga menjadi momentum penyerahan beasiswa talenta digital untuk 200 mahasiswa berprestasi yang akan mengikuti program magang di Google Indonesia, Microsoft, serta Telkom Indonesia. Langkah ini diharapkan membentuk pola pikir lulusan yang hybrid—memahami siklus keuangan negara tetapi juga fasih dalam pengembangan solusi digital. “Kita tidak bisa selamanya bergantung pada vendor luar untuk mengembangkan aplikasi keuangan negara. Dalam jangka panjang, PKN STAN harus bisa menjadi pusat inovasi teknologi fiskal,” pungkas Purbaya.
Rangkaian Dies Natalis ke-11 ini ditutup dengan peluncuran aplikasi MonitorFiskal, sebuah dashboard analitik buatan mahasiswa dan dosen PKN STAN yang mampu menampilkan data belanja dan pendapatan pemerintah secara real-time. Aplikasi ini akan diuji coba di 10 kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mulai Juli 2025.
[SOCIAL_TWEET]: Menkeu Purbaya: Lulusan PKN STAN harus kuasai data analytics & AI. Target 85% layanan keuangan negara digital di 2025. Transformasi untuk transparansi! #KeuanganNegara #TransformasiDigital #STANMuda [SOCIAL_TG]: 🔔 Menkeu Purbaya di Dies Natalis ke-11 PKN STAN: - 85% layanan keuangan negara akan digital pada 2025 - Lulusan STAN dituntut kuasai AI & big data - Aplikasi MonitorFiskal buatan mahasiswa resmi diluncurkan Masa depan pengelolaan APBN ada di tangan talenta adaptif!
Comments (0)