Festival Akshaya Tritiya Picu Antrean Panjang Pembeli Emas di India
Di sebuah ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022), puluhan pelanggan sibuk mencoba gelang, kalung, dan cincin emas. Senyum sumringah ter
Di sebuah ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022), puluhan pelanggan sibuk mencoba gelang, kalung, dan cincin emas. Senyum sumringah terpancar saat para pembeli meyakini bahwa membeli logam mulia pada hari suci Akshaya Tritiya akan membawa kemakmuran tanpa akhir. Suasana toko yang biasanya sepi pada hari biasa berubah menjadi pusat keramaian yang penuh energi dan optimisme.
Makna Spiritual di Balik Pembelian Emas
Akshaya Tritiya, yang jatuh pada hari ketiga bulan purnama Waisakha dalam kalender Hindu, dipercaya sebagai momen "keberuntungan abadi"—segala sesuatu yang dimulai pada hari ini akan tumbuh dan bertahan. Emas, sebagai simbol kekayaan, kemurnian, dan Dewi Lakshmi, menjadi incaran utama umat Hindu, terutama di India bagian selatan. Para pandit menjelaskan bahwa transaksi pada hari ini tidak memerlukan pemilihan muhurat (waktu baik) tambahan karena seluruh 24 jam dianggap penuh berkah.
"Pembelian emas di Akshaya Tritiya bukan sekadar investasi, melainkan ritual yang menjanjikan kelimpahan rezeki sepanjang tahun." — Ravi Shankar, Pemilik Toko Perhiasan Sri Lakshmi Jewellers
Dampak Ekonomi dan Lonjakan Harga
Data dari Asosiasi Emas India menunjukkan bahwa permintaan emas fisik pada pekan Akshaya Tritiya melonjak hingga 40–60% dibandingkan rata-rata mingguan. Tahun 2022, konsumsi emas India pada hari itu diperkirakan mencapai 22 ton, dengan nilai transaksi melampaui INR 120 miliar. Lonjakan ini mendorong harga emas lokal naik sementara, meski toko-toko tetap menawarkan diskon spesial dan bonus perhiasan untuk menarik pembeli.
Fenomena ini juga memicu pergerakan di pasar saham dan mata uang, mengingat India adalah importir emas terbesar kedua di dunia. Analis memperkirakan impor emas bulan Mei bisa melonjak 80% karena permintaan pra-Akshaya Tritiya, menekan defisit transaksi berjalan sekaligus memperkuat nilai tukar rupee jika diimbangi ekspor perhiasan jadi.
Transformasi Digital dalam Jual-Beli Emas
Meski tradisi kuat mengakar, pandemi telah mendorong pergeseran signifikan. Platform digital gold dan toko daring mencatat peningkatan volume transaksi hingga 120% dibandingkan periode yang sama sebelum COVID-19. Aplikasi seperti Paytm Gold, PhonePe, dan Amazon Pay Gold memungkinkan konsumen membeli emas 24K murni dalam pecahan kecil—mulai dari 0,01 gram—yang kemudian disimpan di brankas bersertifikat. Namun, generasi tua tetap lebih memilih memegang emas fisik, terutama koin dan batangan bermotif dewa-dewi.
| Emas Fisik | Emas Digital |
|---|---|
| Dapat disentuh, disimpan di rumah atau loker bank | Tersimpan di brankas digital, bisa dicairkan kapan saja |
| Dikenakan biaya pembuatan (making charge) | Harga lebih murah tanpa biaya pembuatan |
| Populer di kalangan usia 40+ | Disukai milenial dan Gen Z |
Bagi komunitas diaspora India, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengirim emas ke kampung halaman, menciptakan peningkatan pengiriman uang yang terkoneksi dengan pembelian logam mulia. Beberapa perusahaan fintech bahkan meluncurkan produk deposito emas yang berbunga hingga 2% per tahun.
Di sisi lain, gerakan sosial menyuarakan transparansi pertambangan emas yang etis. Label seperti Fairmined dan Fairtrade Gold mulai muncul di kota-kota besar, meski penetrasi pasarnya masih di bawah 3%. Para aktivis berharap bahwa berkah Akshaya Tritiya juga membawa kebaikan bagi para pekerja tambang skala kecil yang seringkali belum tersentuh standar keselamatan dan upah yang adil.
[SOCIAL_TWEET]: Ribuan umat Hindu di India serbu toko emas saat Akshaya Tritiya✅. Dipercaya bawa kemakmuran abadi, konsumsi emas tembus 22 ton dalam sehari! Harga melonjak, transaksi digital ikut meroket 120%. #India #Gold #AkshayaTritiya2025[SOCIAL_TG]: 🪙 Demam emas di India! Akshaya Tritiya picu antrean panjang, 40-60% kenaikan permintaan emas fisik. Generasi muda beralih ke emas digital lewat aplikasi. Tradisi + inovasi = booming.
Comments (0)