IHSG Kembali Hijau Setelah Terpuruk pada Akhir 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tajinya sebagai barometer pasar modal nasional. Pada perdagangan Kamis (4/7/2024), indeks acuan ini

Jul 12, 2026 - 03:40
0 0
IHSG Kembali Hijau Setelah Terpuruk pada Akhir 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tajinya sebagai barometer pasar modal nasional. Pada perdagangan Kamis (4/7/2024), indeks acuan ini berhasil ditutup di zona hijau, memberikan napas lega bagi para pelaku pasar. Penguatan ini menandai kebangkitan dari masa-masa suram yang masih membekas di ingatan saat IHSG terpuruk pada akhir 2022. Saat itu, tepatnya pada Jumat (30/12/2022), IHSG justru finis lesu 0,14% atau 9,46 poin ke level 6.850,62.

Sinyal positif hari ini datang dari hampir seluruh sektor, terutama sektor energi dan teknologi yang memimpin kenaikan. Rilis data ekonomi global yang lebih baik dari perkiraan serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama dunia menjadi katalis yang mendorong aksi beli. Tidak hanya investor domestik, investor asing pun mencatatkan aliran dana masuk yang signifikan, menegaskan bahwa saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dilirik sebagai aset yang menjanjikan.

Penutupan IHSG 4 Juli 2024: Zona Hijau yang Dinantikan

Sesi perdagangan berlangsung dengan optimisme tinggi sejak pembukaan. IHSG perlahan merangkak naik dan menutup sesi di posisi 7.256,17 atau menguat 0,78% dibanding penutupan sehari sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 22,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,8 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,2 juta kali, menunjukkan aktivitas yang sangat likuid.

Pelaku pasar menyambut baik data penjualan ritel dalam negeri yang tumbuh di atas ekspektasi, serta inflasi inti yang tetap terkendali. “Hari ini pasar benar-benar responsif terhadap sentimen positif global, namun fondasi domestik yang solid menjadi alasan utama mengapa IHSG bisa melakukan akselerasi,” ujar seorang analis senior pada salah satu sekuritas nasional. Kenaikan dipimpin oleh saham-saham perbankan besar seperti BBRI dan BMRI yang masing-masing bertambah lebih dari 2%, sementara saham teknologi seperti GOTO dan BUKA juga ikut terkerek.

Kilas Balik: IHSG Lesu di Penutupan Akhir 2022

Kondisi yang sangat kontras terjadi pada 30 Desember 2022. Di penghujung tahun itu, IHSG justru ditutup di zona merah. Indeks terkoreksi 0,14% ke 6.850,62 di tengah kecemasan resesi global, kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed, serta perlambatan ekonomi Tiongkok yang mengganggu rantai pasok dunia. Meskipun BEI mencatat rekor Initial Public Offering (IPO) sepanjang sejarah dengan 59 perusahaan baru melantai, euforia itu belum mampu mendongkrak indeks secara keseluruhan.

Di lantai bursa kala itu, layar-layar besar menampilkan angka merah yang mencolok. Karyawan sekuritas yang melintas di bawah tampilan indeks seakan membawa aura pesimisme. Padahal, PT Bursa Efek Indonesia mencatat total penghimpunan dana dari IPO di tahun 2022 mencapai lebih dari Rp33 triliun, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Sayangnya, kinerja banyak saham anyar tersebut justru menjadi beban karena mayoritas mengalami tekanan harga pasca-pencatatan.

Faktor Pendorong Pemulihan pada 2024

Memasuki pertengahan 2024, lanskap makroekonomi bergerak lebih kondusif. Harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, minyak sawit, dan nikel kembali menguat, menopang kinerja emiten pertambangan. Ditambah lagi, realisasi belanja pemerintah yang meningkat menjelang tahun politik mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Kepercayaan investor asing pun pulih, tercermin dari akumulasi beli bersih yang berlangsung selama beberapa pekan berturut-turut.

“Perubahan sikap The Fed yang lebih dovish dan membaiknya data ekonomi domestik menjadi dua kekuatan utama yang mendorong kembalinya IHSG ke zona hijau. Kami melihat aliran modal asing akan terus berlanjut setidaknya hingga akhir kuartal ketiga,” ungkap Dian Pratiwi, Kepala Riset Ekonomi sebuah lembaga think-tank independen.

Selain itu, resolusi atas ketegangan geopolitik di Eropa Timur yang memberikan kejelasan terhadap pasokan energi juga memberi katalis bagi bursa global. IHSG sebagai bagian dari pasar negara berkembang ikut terangkat, bersaing dengan bursa India dan Vietnam yang sama-sama mencatatkan penguatan.

Jejak IPO 2022 dan Pelajaran Bagi Investor

Rekor 59 IPO pada 2022 meninggalkan jejak yang pahit sekaligus manis. Di satu sisi, BEI menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia makin matang dan mampu menampung banyak perusahaan untuk mencari pendanaan. Namun di sisi lain, banyak investor ritel yang terjebak euforia dan membeli saham-saham anyar dengan valuasi terlalu tinggi, hingga akhirnya merugi ketika harga anjlok. Fenomena itu menjadi pelajaran penting bahwa partisipasi di pasar modal membutuhkan pemahaman fundamental yang kuat.

Kini, setelah satu setengah tahun berlalu, sebagian emiten anyar mulai menunjukkan perbaikan kinerja dan harga saham pun berangsur pulih. Situasi itu turut menyumbang sentimen positif bagi indeks gabungan, karena mayoritas saham IPO berasal dari sektor teknologi, energi baru terbarukan, dan konsumer yang kini menjadi primadona di bursa.

Prospek IHSG ke Depan: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

Dengan posisinya yang kembali menghijau, banyak analis memproyeksikan IHSG berpotensi menuju level 7.500 pada akhir tahun ini, asalkan stabilitas politik dalam negeri tetap terjaga selama perhelatan pemilu. Sementara itu, risiko eksternal masih membayangi, terutama dinamika suku bunga global dan perlambatan ekonomi Tiongkok yang bisa berdampak pada permintaan komoditas.

Dengan bekal pengalaman penutupan lesu di 2022 dan rekor IPO yang belum sepenuhnya berdampak positif, pasar kini lebih waspada namun tetap optimistis. IHSG yang hijau hari ini menjadi bukti bahwa siklus pasar selalu berputar, dan pemulihan akan datang selama fundamental ekonomi tetap dirawat dengan baik.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG kembali hijau! Setelah terpuruk di akhir 2022, indeks saham Indonesia mencatat penguatan pada penutupan 4 Juli 2024. Apa faktor pendorongnya? Baca selengkapnya. #IHSG #PasarModal #Investasi[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG kembali menghijau pada 4 Juli 2024! Indeks berhasil bangkit dari kelesuan di penghujung 2022. Baca analisis lengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User