DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Strategis, Perkuat Mitigasi Risiko Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Lurusin.com, Jakarta — Jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama sejumlah perwakilan pemerintah menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi untuk membahas langkah antisipatif menjaga s
Lurusin.com, Jakarta — Jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama sejumlah perwakilan pemerintah menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi untuk membahas langkah antisipatif menjaga stabilitas fiskal dan moneter nasional. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dengan fokus utama membaca tekanan ekonomi global yang kian dinamis dan dampaknya terhadap kondisi dalam negeri.
Rapat ini menjadi sinyal kuat penguatan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang responsif. Kehadiran para pemangku kepentingan dari lintas sektor menegaskan keseriusan pemerintah dan parlemen untuk tidak sekadar memantau, tetapi juga menyiapkan sejumlah langkah konkret guna meredam potensi guncangan. Berdasarkan laporan yang diterima media kami, forum ini membahas secara mendalam dinamika anggaran, proyeksi penerimaan negara, serta instrumen moneter yang dapat dioptimalkan untuk menjaga daya tahan perekonomian nasional.
"Rapat koordinasi ini adalah bagian dari mekanisme kewaspadaan dini kita. Kami ingin memastikan seluruh sektor, baik fiskal, moneter, energi, hingga perencanaan pembangunan, berada dalam satu tarikan napas menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari eksternal," ujar salah satu peserta rapat yang dikonfirmasi di lokasi.
Dari sisi parlemen, rapat ini tak hanya dihadiri oleh unsur pimpinan. Tampak hadir pula Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Sari Yuliati. Penguatan pembahasan di bidang anggaran diperkuat dengan kehadiran Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah, sementara isu spesifik keuangan diperdalam oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Perspektif strategis pertahanan dan geopolitik yang turut memengaruhi ekonomi turut disumbangkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono.
Di sisi lain, pemerintah mengirimkan tim yang kuat dan terintegrasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hadir mewakili koordinasi lintas kementerian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan paparan mengenai ketahanan sektor energi dan dampaknya terhadap inflasi serta nilai tukar. Sementara itu, mantan menteri yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, hadir untuk memberikan pandangan makro ekonomi menyeluruh. Turut mendampingi dalam rapat ini Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono serta Ricky Perdana Gozali yang mewakili otoritas fiskal.
Komposisi peserta yang melibatkan Bank Indonesia dan DEN menandakan bahwa pembicaraan tak hanya berkutat pada anggaran negara semata, tetapi juga menyentuh sisi fundamental seperti likuiditas perbankan, stabilitas rupiah, hingga strategi diversifikasi perdagangan dan investasi. Laporan yang dihimpun menyebutkan bahwa semua pihak sepakat untuk mempercepat implementasi kebijakan yang bersifat counter-cyclical serta memperkuat bantalan sosial untuk melindungi daya beli masyarakat.
Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan kerja kolektif, rapat yang dipimpin oleh Dasco ini merekomendasikan pembentukan simpul koordinasi yang lebih gesit antara DPR dan pemerintah. Tujuannya adalah agar respons terhadap isu-isu seperti perubahan suku bunga acuan global, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan rantai pasok internasional dapat diambil secara lebih cepat dan terukur. Pasar dan publik pun disebut akan terus mendapatkan informasi berkala melalui saluran resmi guna menjaga ekspektasi positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Comments (0)