Bahlil Usul Volume BBM Subsidi Tahun Depan 19,56 Juta KL & Listrik Rp 122 T Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mi
Bahlil Usul Volume BBM Subsidi Tahun Depan 19,56 Juta KL & Listrik Rp 122 T Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan sejumlah asumsi dasar sektor energi da
Bahlil Usul Volume BBM Subsidi Tahun Depan 19,56 Juta KL & Listrik Rp 122 T
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan sejumlah asumsi dasar sektor energi dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun depan yang dipatok sebesar 19,56 juta kiloliter (KL), serta anggaran subsidi listrik yang diusulkan mencapai Rp 122 triliun.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR yang membahas asumsi makro sektor ESDM. Selain menetapkan volume subsidi energi, Bahlil juga mengusulkan proyeksi awal harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) untuk tahun 2027. Dalam paparannya, Menteri Bahlil menyodorkan rentang harga yang cukup lebar, yakni berada di kisaran US$ 70 hingga US$ 95 per barel.
"Di 2026, kita ketok palu dengan angka US$ 70. Tetapi di 2027, kisarannya batas minimum 70 dan maksimalnya di angka 95 sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai di bulan Agustus, berapa angka yang akan kita letakkan,"
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam forum rapat yang berlangsung pada Senin (15/6/2026). Menurut laporan, penetapan rentang harga yang cukup fleksibel ini dilakukan untuk mengantisipasi ketidakpastian dinamika global menjelang penetapan final APBN. Pemerintah tampaknya memberikan ruang untuk menyesuaikan asumsi ICP berdasarkan pergerakan harga minyak dunia hingga pertengahan tahun nanti sebelum angka resmi ditetapkan bersama DPR.
Di tengah pembahasan alokasi subsidi tersebut, Bahlil juga merespons fenomena kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Informasi ini menjawab keresahan publik terkait pasokan energi yang sempat mengalami gangguan di lapangan, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas distribusi BBM meskipun tengah melakukan penyesuaian anggaran untuk tahun depan.
Comments (0)