CEO Danantara Temui 122 Investor Asing untuk Redam Keraguan pada Ekonomi Indonesia

Jakarta - Laporan dari media kami mengungkapkan langkah strategis yang diambil oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk meredam sentimen negatif terhadap perekono

Jul 08, 2026 - 06:23
0 0
CEO Danantara Temui 122 Investor Asing untuk Redam Keraguan pada Ekonomi Indonesia

Jakarta - Laporan dari media kami mengungkapkan langkah strategis yang diambil oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk meredam sentimen negatif terhadap perekonomian nasional. Kepala Eksekutif Danantara, Rosan Roeslani, secara langsung memimpin serangkaian pertemuan intensif dengan sedikitnya 122 investor asing yang menanamkan modalnya di pasar modal Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan di tengah fluktuasi ekonomi global yang tengah tidak menentu.

Dalam keterangan pers yang disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026), Rosan menjelaskan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan rangkaian roadshow untuk menemui para pemodal besar. Pertemuan tersebut dirancang khusus untuk meluruskan berbagai persepsi keliru yang mungkin berkembang di kalangan investor asing mengenai prospek jangka panjang Indonesia. “Momentum pada saat kita roadshow ini sebetulnya keadaan masih lagi tidak bagus, tetapi begitu kita sampaikan, korelasinya sebetulnya sangat kuat, karena yang kita ketemu kurang lebih 122 investor dan mereka ini adalah yang berinvestasi di pasar modal kita di Indonesia,” ujar Rosan.

“Momentum pada saat kita roadshow ini sebetulnya keadaan masih lagi tidak bagus, tetapi begitu kita sampaikan dan ini korelasinya sebetulnya sangat kuat.”

Dampak dari komunikasi intensif tersebut langsung terlihat pada pergerakan pasar. Data perdagangan pada hari yang sama menunjukkan respons positif yang signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tajam hingga 4,12 persen, mendorong indeks ke posisi 6.254,96. Tidak hanya pasar saham, nilai tukar rupiah juga mengalami apresiasi sebesar 0,85 persen, menguat ke level Rp 17.708 per dolar AS hingga penutupan perdagangan. Penguatan simultan di dua instrumen vital ini menjadi sinyal bahwa upaya pemulihan kepercayaan mulai membuahkan hasil.

Momentum di Tengah Ketidakpastian

Rosan menekankan bahwa situasi pasar sebelum roadshow dilakukan berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Namun, melalui komunikasi langsung, Danantara berhasil mentransmisikan fundamental ekonomi Indonesia yang sesungguhnya. Ia menyebutkan bahwa korelasi antara komunikasi kebijakan dan pemulihan pasar sangat kuat, mengingat para investor yang ditemui merupakan pemain aktif yang memiliki porsi investasi besar di bursa domestik. Pendekatan door-to-door ini diharapkan mampu menahan arus keluar modal asing yang sempat menjadi kekhawatiran.

Pertemuan dengan 122 investor ini bukan sekadar seremoni. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah serius menjaga kredibilitas fiskal dan moneter. Dalam setiap sesi, Rosan dan timnya memaparkan data makroekonomi terkini, rencana strategis Danantara dalam mengelola aset negara secara profesional, serta komitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif. Penjelasan ini menjadi penting karena kebisingan politik dan dinamika global kerap menimbulkan noise yang mengaburkan realitas ketahanan ekonomi nasional.

Mengubah Sentimen Menjadi Optimisme

Lonjakan IHSG dan penguatan rupiah yang terjadi bersamaan pada Senin kemarin menjadi katalis penting. Analis dari media kami mencatat bahwa penguatan 4,12 persen merupakan salah satu lompatan harian yang cukup berarti, menandakan kembalinya minat beli dari investor asing maupun domestik. Sementara itu, apresiasi rupiah sebesar 0,85 persen menunjukkan berkurangnya tekanan terhadap cadangan devisa dan membaiknya persepsi risiko terhadap aset-aset berdenominasi rupiah.

Langkah Danantara untuk blusukan menemui para pemilik modal ini sekaligus menjadi bukti bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapi tantangan. Sebaliknya, ada upaya proaktif untuk menjemput kepercayaan. Rosan menegaskan bahwa tidak ada yang perlu diragukan dari fundamental ekonomi Indonesia. Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan manajemen investasi yang modern di bawah Danantara, optimisme pasar diyakini akan terus berlanjut, membawa IHSG dan rupiah kembali ke level yang lebih stabil dan menguntungkan bagi perekonomian nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User