Begini Proses Pengujian BBM Sebelum Didistribusikan ke SPBU

Lurusin.com, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat. Mulai dari bensin, solar, hingga

Jul 08, 2026 - 06:23
0 0
Begini Proses Pengujian BBM Sebelum Didistribusikan ke SPBU

Lurusin.com, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat. Mulai dari bensin, solar, hingga avtur, semua dipastikan memiliki mutu seragam dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sebelum sampai ke tangan konsumen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), perusahaan Subholding sektor hilir migas ini menerapkan pengawasan berlapis dan ketat.

Tahapan pengawasan tersebut mencakup proses pengolahan di kilang, pengujian menyeluruh di laboratorium, hingga mekanisme distribusi akhir. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan bahwa kunci dari konsistensi mutu ini terletak pada pengelolaan zat-zat pengotor yang terkandung dalam minyak mentah.

"Salah satu metode krusial yang kami terapkan adalah proses pengelolaan impurities atau reduksi zat pengotor. Ini penting karena secara alami, minyak mentah mengandung berbagai material yang harus dihilangkan agar performa bahan bakar optimal dan aman bagi mesin," jelas Roberth dalam laporan yang diterima media kami.

Zat pengotor yang dimaksud bukan sekadar debu biasa. Material tersebut meliputi sulfur yang dapat menyebabkan polusi dan korosi, garam yang berpotensi merusak komponen mesin, asam naftenat yang bersifat korosif, nitrogen, serta logam-logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri. Keberadaan logam berat seperti vanadium dan nikel, misalnya, dapat membentuk kerak dan merusak sistem pembakaran jika tidak dieliminasi dengan sempurna.

Proses reduksi impurities ini berlangsung di fasilitas kilang dengan teknologi tinggi. Minyak mentah diproses melalui serangkaian perlakuan fisik dan kimiawi untuk memisahkan material-material yang tidak diinginkan. Hasil dari kilang kemudian dikirimkan ke laboratorium pengujian milik Pertamina untuk verifikasi lanjutan. Tim laboran akan mengecek parameter spesifikasi seperti angka oktana (RON), kandungan sulfur, berat jenis, hingga stabilitas oksidasi.

Barulah setelah lulus uji laboratorium, BBM dinyatakan layak untuk disalurkan melalui jaringan distribusi. Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa setiap tetes BBM yang keluar dari terminal bahan bakar menuju SPBU memiliki karakteristik yang sama, tanpa penurunan kualitas. Dengan standar ketat ini, perusahaan ingin memastikan kendaraan masyarakat menggunakan energi yang bersih dan efisien.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User