Wanita Nekat Diet Ekstrem Cuma Minum Jus Sayur demi Kurus, Berujung Ginjalnya Rusak
Mengikuti tren diet sehat yang viral di internet tanpa bimbingan ahli kembali memakan korban. Seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun di India dilarikan ke rumah sakit setelah nekat mengganti selur
Mengikuti tren diet sehat yang viral di internet tanpa bimbingan ahli kembali memakan korban. Seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun di India dilarikan ke rumah sakit setelah nekat mengganti seluruh asupan makanannya dengan jus sayuran pekat selama tiga bulan penuh. Wanita yang memiliki berat badan 110 kilogram itu awalnya berharap bisa menurunkan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Namun, alih-alih mendapatkan tubuh langsing, ia justru didiagnosis mengalami gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI), kondisi serius yang mengancam fungsi organ vitalnya.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, pasien mulai merasakan gejala seperti kelelahan ekstrem, mual berkepanjangan, dan penurunan volume urine yang signifikan pada minggu-minggu terakhir dietnya. Setelah pemeriksaan menyeluruh, tim medis menemukan bahwa ginjalnya mengalami kerusakan parah akibat tingginya kadar oksalat dan mineral tertentu yang terkandung dalam jus sayuran pekat. Zat-zat ini, bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan tanpa diimbangi asupan nutrisi lain, dapat mengkristal dan menyumbat saluran ginjal, memicu peradangan hebat hingga kematian jaringan.
Bahaya Diet Tanpa Pengawasan Ahli
Fenomena diet ekstrem seperti ini bukanlah kasus pertama yang tercatat. Banyak warganet tergiur dengan testimoni penurunan berat badan cepat yang beredar di platform media sosial, tanpa memahami risiko jangka panjang yang mengintai. Jus sayur mungkin tampak sebagai pilihan alami dan sehat, namun ketika tubuh hanya menerima satu jenis asupan secara monoton, organ-organ vital akan bekerja terlalu keras untuk mengkompensasi defisiensi nutrisi.
"Ginjal bertugas menyaring limbah metabolisme dan menjaga keseimbangan elektrolit. Ketika seseorang hanya mengonsumsi jus sayur pekat dalam waktu lama, beban penyaringan meningkat drastis. Oksalat dari bayam, bit, atau sayuran hijau lain dapat membentuk batu ginjal dan merusak nefron. Tanpa disadari, kerusakan ini bisa mencapai tahap yang tidak dapat dipulihkan," jelas dokter spesialis penyakit dalam yang menangani kasus tersebut.
Diet sehat seharusnya mengedepankan keseimbangan antara karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral. Menghilangkan salah satu komponen demi mengejar penurunan berat badan instan justru akan melemahkan sistem imun dan merusak metabolisme. Dalam kasus ini, pasien mengalami penurunan berat badan yang signifikan, tetapi harus membayar mahal dengan gagal ginjal yang kini mengharuskannya menjalani cuci darah rutin sepanjang hidup.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa tren diet yang tidak berbasis sains dan tidak melalui konsultasi dengan dokter atau ahli gizi berlisensi dapat membahayakan nyawa. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh klaim-klaim menggoda di internet dan selalu memeriksakan kondisi kesehatan sebelum memulai program penurunan berat badan apa pun.
Tim redaksi Lurusin.com akan terus memantau dan melaporkan perkembangan kasus ini serta memberikan edukasi seputar pola hidup sehat yang aman dan bertanggung jawab. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang berat badan, jangan ragu untuk menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau berkonsultasi dengan profesional medis. Kesehatan jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan fisik.
Comments (0)