Ikut 6 Edisi Piala Dunia, Bukti Ronaldo Masih Jadi 'Monster' di Usia 41 Tahun

Langkah Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 pada babak 16 besar, dini hari tadi. Meski gagal membawa Seleção

Jul 08, 2026 - 08:53
0 0
Ikut 6 Edisi Piala Dunia, Bukti Ronaldo Masih Jadi 'Monster' di Usia 41 Tahun

Langkah Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti. Mereka harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 pada babak 16 besar, dini hari tadi. Meski gagal membawa Seleção das Quinas melangkah lebih jauh, keikutsertaan Ronaldo di edisi kali ini tetap menjadi catatan sejarah tersendiri. Ini adalah penampilan keenam megabintang itu di pentas Piala Dunia, sebuah pencapaian yang hanya bisa disamai oleh Lionel Messi.

Ronaldo pertama kali merasakan atmosfer Piala Dunia pada 2006 di Jerman, saat ia masih berusia 21 tahun. Sejak itu, pemain kelahiran Madeira tersebut tidak pernah absen dari empat edisi berikutnya: 2010 di Afrika Selatan, 2014 di Brasil, 2018 di Rusia, dan 2022 di Qatar. Kini, di usia 41 tahun, ia kembali menginjakkan kaki di turnamen sepak bola terakbar di dunia, menjadikannya salah satu pemain dengan rentang karier terpanjang di kompetisi ini.

Rekor serupa juga baru saja diukir oleh Lionel Messi. La Pulga mencatatkan penampilan keenamnya di Piala Dunia saat Argentina menghadapi Aljazair di penyisihan Grup J, Rabu (17/6) pagi WIB di Kansas City. Kedua ikon sepak bola dunia ini terus membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersaing di level tertinggi.

"Melihat Cristiano masih berlari dan melompat seperti pemain berusia 25 tahun sungguh luar biasa. Disiplinnya adalah rahasia utama," ujar salah satu staf pelatih Portugal kepada media kami.

Lantas, apa yang membuat Ronaldo tetap memiliki fisik bak 'monster' meski sudah melewati enam edisi Piala Dunia? Rahasianya terletak pada kombinasi disiplin tinggi, pola makan ketat, dan program latihan yang dirancang secara personal. Ronaldo dikenal sangat menjaga asupan nutrisi. Ia menghindari alkohol, gula berlebih, dan makanan olahan. Sebaliknya, ia mengonsumsi protein tinggi, sayuran, buah-buahan, serta karbohidrat kompleks yang mendukung pemulihan otot.

Tak hanya itu, Ronaldo juga menerapkan pola tidur yang terstruktur. Ia tidak tidur delapan jam sekaligus, melainkan membaginya dalam beberapa sesi pendek sepanjang hari untuk memaksimalkan regenerasi sel dan pemulihan fisik. Teknik ini, yang dikenal sebagai polyphasic sleep, banyak digunakan oleh atlet elite.

Dari segi latihan, Ronaldo menggabungkan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan dalam porsi yang seimbang. Sesi gym-nya fokus pada penguatan otot inti dan kaki, sementara latihan plyometric membantu mempertahankan lompatan eksplosifnya yang tetap menjadi ancaman bagi bek lawan. Tak heran jika ia masih bisa mencetak gol di Liga Champions maupun kompetisi domestik dalam beberapa musim terakhir.

Dedikasi semacam inilah yang membuat Ronaldo mampu tampil di enam Piala Dunia dan tetap menjadi pemain kunci bagi klub dan negaranya. Meskipun Portugal kini harus pulang, warisan Ronaldo di panggung internasional tidak akan pernah pudar. Selamat untuk sang legenda. Laporan dari Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User