Wali Kota Denpasar Teken PKS PSEL, Sampah Diolah Jadi Listrik

Di bawah langit cerah Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, pada Selasa (7/7), sebuah babak baru pengelolaan sampah di Bali resmi dimulai. Wa

Jul 08, 2026 - 06:53
0 0
Wali Kota Denpasar Teken PKS PSEL, Sampah Diolah Jadi Listrik

Di bawah langit cerah Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, pada Selasa (7/7), sebuah babak baru pengelolaan sampah di Bali resmi dimulai. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara membubuhkan tanda tangan di atas dokumen Perjanjian Kerja Sama Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PKS PSEL) bersama Danantara. Di saat yang sama, Berita Acara Serah Terima lahan proyek ditandatangani dan diserahkan kepada PT Weiming Nusantara Bali New Energy selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP).

Penandatanganan ini bukan seremonial biasa. Ia menjadi tindak lanjut konkret dari Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Sampah dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta Perjanjian Penggunaan Lahan Proyek yang sebelumnya telah disepakati oleh Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Provinsi Bali, dan BUPP PSEL. Dengan tinta yang mengering, percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di kawasan Denpasar Raya kini memasuki fase siap bangun.

Prosesi Penandatanganan Disaksikan Pejabat Tinggi

Rangkaian acara disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, jajaran Danantara, Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta para pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Kehadiran mereka menegaskan bahwa proyek ini mendapat dukungan penuh lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan. Momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemkot Denpasar untuk menyerahkan lahan proyek dalam kondisi ready to build, sehingga pembangunan fisik fasilitas dapat segera dimulai tanpa hambatan administrasi lahan.

PSEL Jadi Tonggak Penanganan Sampah Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut menegaskan posisi strategis proyek PSEL di Bali dalam peta penanganan sampah nasional. Ia menyebut proyek ini sebagai implementasi awal dari kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah.

“Pembangunan PSEL di Bali menjadi tonggak penting dalam upaya penanganan sampah nasional. Proyek ini merupakan implementasi awal dari kebijakan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,”

ujarnya. Zulkifli menambahkan bahwa secara nasional, kehadiran fasilitas serupa diproyeksikan mampu menangani sekitar 22 persen timbulan sampah. Namun ia juga menekankan bahwa teknologi tidak bisa berdiri sendiri. Keberhasilan pengelolaan sampah, tegasnya, tetap harus diawali dari perubahan perilaku masyarakat—melalui pemilahan sampah dari sumbernya dan penguatan pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Komitmen Denpasar: Sampah Jadi Prioritas

Di sela kegiatan, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan kota yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia memandang kehadiran PSEL sebagai solusi berlapis yang tak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir, tetapi juga mengubah persoalan menjadi energi.

“Kehadiran PSEL tidak hanya akan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga mengubah sampah menjadi energi listrik melalui penerapan teknologi modern yang ramah lingkungan,”

ungkap Jaya Negara. Komitmen ini ditunjukkan dengan penyerahan lahan yang sudah sepenuhnya siap dibangun, menandai era baru kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan badan usaha dalam mewujudkan tata kelola sampah yang berkelanjutan.

Harapan untuk Masa Depan Denpasar Raya

Proyek PSEL di Denpasar diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain, menyatukan penanganan sampah secara modern dengan produksi energi terbarukan. Dengan sinergi yang kuat antara Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemprov Bali, dan dukungan penuh pusat, pembangunan fisik yang segera dimulai akan menjadi jawaban atas persoalan sampah yang kian mendesak di kawasan urban Bali. Teknologi pengolahan yang diterapkan dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memasok listrik ke jaringan, menjadikan sampah sebagai aset, bukan sekadar beban.

Informasi lebih lanjut:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User