Express Bahari Setop Sementara Layanan Denpasar–Banyuwangi Akibat Sepi Penumpang
DENPASAR — Kapal cepat Express Bahari yang melayani rute Denpasar–Banyuwangi resmi menghentikan operasional untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakuka
DENPASAR — Kapal cepat Express Bahari yang melayani rute Denpasar–Banyuwangi resmi menghentikan operasional untuk sementara waktu. Penghentian ini dilakukan setelah evaluasi okupansi penumpang yang tidak mampu menopang biaya operasional secara utuh.
Data Penumpang: Fluktuasi Tinggi, Rata-rata Jauh di Bawah Kapasitas
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Denpasar, jumlah pengguna layanan yang memiliki kapasitas mencapai sekitar 400 penumpang per perjalanan itu tercatat tidak pernah menyentuh angka ideal selama periode operasi penuh yang berjalan sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Rincian volume penumpang bulanan adalah sebagai berikut:
- Juli 2025: 243 penumpang
- Agustus 2025: 593 penumpang
- September 2025: 772 penumpang
- Oktober 2025: tidak beroperasi akibat perbaikan dan penyempurnaan kapal
- November 2025: 36 penumpang
- Desember 2025: 825 penumpang
- Januari 2026: 415 penumpang
Meskipun Desember 2025 sempat mencatatkan angka tertinggi 825 penumpang, capaian tersebut belum merepresentasikan okupansi penuh secara berkelanjutan. Dengan kapasitas kapal yang dirancang untuk mengangkut ratusan penumpang per hari, rata-rata okupansi bulanan jauh di bawah ambang batas kelayakan bisnis transportasi penyeberangan cepat.
Dua Pasar Gagal Tumbuh: Pemudik dan Wisatawan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, dikonfirmasi pada Selasa (7/7), mengungkapkan bahwa layanan ini semula diharapkan menyerap dua segmen utama, yakni pemudik dan wisatawan. Namun, kedua segmen tersebut tidak menunjukkan minat yang signifikan.
“Termasuk saat momen Lebaran lalu yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah penumpang, ternyata belum sesuai harapan. Banyak masyarakat tetap memilih membawa kendaraan pribadi karena lebih mudah digunakan untuk bersilaturahmi dan mengunjungi keluarga,”
Faktor preferensi terhadap moda darat dengan kendaraan pribadi terbukti dominan, terutama bagi warga Banyuwangi dan Jember yang berpergian ke Bali. Kendaraan pribadi dinilai lebih praktis karena memberikan mobilitas penuh saat tiba di kampung halaman, tanpa perlu bergantung pada transportasi lokal tambahan.
Di sisi lain, rute ini juga diharapkan memperkuat konektivitas pariwisata. Wisatawan dari Bali yang hendak mengunjungi destinasi di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen, semula dipandang sebagai potensi pengisi okupansi. Kenyataannya, arus wisatawan dari arah Bali menuju Banyuwangi belum mampu mendongkrak jumlah penumpang secara material.
Penyesuaian Trayek Jadi Pertimbangan
Penghentian sementara operasional tidak berarti penutupan permanen. Sriawan menyatakan bahwa operator masih melakukan penyesuaian terhadap kemungkinan perubahan trayek sebelum layanan kembali dioperasikan.
“Saat ini masih dilakukan penyesuaian trayek. Kami melihat perkembangan situasi terlebih dahulu, termasuk kemungkinan adanya perubahan rute,”
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Dishub dan operator sedang mengkaji ulang secara struktural apakah rute Denpasar–Banyuwangi dalam format kapal cepat merupakan konfigurasi yang tepat dari sisi permintaan, atau diperlukan reposisi jalur agar lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas penumpang di wilayah Bali Timur dan ujung timur Jawa.
Comments (0)