Tenaga Ahli dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk bidang Penguatan Ketahanan Pangan

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di acara Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya menggaungkan Gerakan Keluarga Cerdas Gizi ini digelar di G

Jul 08, 2026 - 05:36
0 0
Tenaga Ahli dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk bidang Penguatan Ketahanan Pangan
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidatonya di acara Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya menggaungkan Gerakan Keluarga Cerdas Gizi ini digelar di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT, pada Kamis (25/6). Dalam kesempatan itu, Yane mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat kelor lebih dari sekadar tanaman biasa. Ia menekankan pentingnya menjadikan komoditas ini sebagai ikon kebanggaan daerah yang terus digaungkan. "Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Terus kita gaungkan ya, Bapak-Ibu semua! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," ujarnya dalam keterangan yang diterima media kami, Kamis (25/6/2026).

Optimalkan Potensi Lokal untuk Keluarga Sehat dan Ekonomi Kuat

Seruan ini bukan tanpa alasan mengingat daun kelor telah lama dikenal sebagai superfood dengan segudang manfaat. Dengan mendorong pengolahan pangan berbasis kelor, TP PKK berharap mampu menciptakan rantai nilai ekonomi baru di level keluarga. Rumah tangga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi produsen olahan pangan sehat yang bernilai jual. Lebih jauh, inisiatif ini diproyeksikan sebagai benteng pertahanan menghadapi masalah kekurangan gizi kronis atau stunting. Dengan membiasakan makanan berbasis pangan lokal yang kaya nutrisi, keluarga di NTT diharapkan mampu membangun fondasi kesehatan yang lebih kokoh sejak dini. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa antusiasme peserta di Kabupaten Belu cukup tinggi untuk mempelajari teknik diversifikasi olahan kelor, mulai dari camilan sehat hingga suplemen harian. Melalui langkah ini, pengentasan masalah gizi dan penguatan kemandirian ekonomi berjalan beriringan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User