Samsung Galaxy Watch Hapus Vascular Load, Ganti Tren Tekanan Darah

Jakarta, Lurusin.com — Samsung secara resmi mengumumkan akan menghentikan fitur “Vascular Load” pada jajaran Galaxy Watch, menggantinya dengan metrik baru

Jul 13, 2026 - 08:51
0 0
Samsung Galaxy Watch Hapus Vascular Load, Ganti Tren Tekanan Darah

Jakarta, Lurusin.com — Samsung secara resmi mengumumkan akan menghentikan fitur “Vascular Load” pada jajaran Galaxy Watch, menggantinya dengan metrik baru berupa tren tekanan darah. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam strategi pemantauan kesehatan Samsung, dari indikator beban vaskular yang relatif abstrak menuju metrik tekanan darah yang lebih dikenal secara medis dan langsung dipahami pengguna.

Pengumuman ini disampaikan melalui pembaruan Samsung Health dan komunitas pengguna Galaxy Watch, beberapa pekan menjelang peluncuran Galaxy Watch 8 Classic. Dalam pernyataannya, Samsung menyebut bahwa transisi ini bertujuan memberikan wawasan kesehatan yang lebih akurat dan relevan secara klinis bagi jutaan pemakai jam pintarnya di seluruh dunia.

Apa Itu Vascular Load?

Fitur Vascular Load pertama kali diperkenalkan Samsung pada tahun 2023 sebagai metrik eksklusif di Galaxy Watch 6. Fitur ini dirancang untuk mengukur beban pada pembuluh darah berdasarkan kombinasi data detak jantung, variabilitas detak jantung, dan estimasi tekanan darah dari sensor Photoplethysmography (PPG). Konsepnya mirip dengan “beban jantung” namun spesifik pada kondisi vaskular, memberikan skor antara 1 hingga 100 yang mencerminkan tingkat stres pembuluh darah pengguna sepanjang hari.

Meski inovatif, banyak pengguna dan pengulas menganggap Vascular Load kurang intuitif. Seorang pengamat teknologi kesehatan, dr. Andini Pratiwi, mengatakan:

“Vascular Load memang unik, tetapi tidak memiliki standar medis yang jelas. Pasien saya sering bertanya, ‘Apa artinya skor 75?’ Sementara tekanan darah adalah angka yang sudah dikenal selama puluhan tahun.”
Keterbatasan inilah yang tampaknya mendorong Samsung beralih ke metrik yang lebih mapan.

Mengapa Samsung Beralih ke Tren Tekanan Darah?

Keputusan Samsung tidak lepas dari dua faktor utama: akurasi dan regulasi. Fitur pengukuran tekanan darah pada Galaxy Watch telah mendapatkan sertifikasi dari otoritas kesehatan di beberapa negara, termasuk Korea Selatan, namun masih terbatas pada kalibrasi awal menggunakan tensimeter lengan. Dengan memfokuskan diri pada tren tekanan darah—yaitu perubahan relatif dari waktu ke waktu—Samsung dapat memberikan gambaran harian, mingguan, hingga bulanan tanpa harus mengklaim nilai absolut yang memerlukan persetujuan regulasi ketat di pasar seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Sumber internal menyebutkan bahwa algoritma baru ini memanfaatkan machine learning on-device untuk mempelajari pola tekanan darah pengguna, lalu menyajikan grafik tren yang dipersonalisasi. Ketimbang satu angka, pengguna akan melihat apakah tekanan darah mereka cenderung naik, stabil, atau turun dalam periode tertentu—informasi yang jauh lebih bermanfaat untuk deteksi dini hipertensi dan evaluasi gaya hidup.

Perbandingan Fitur: Vascular Load vs Tren Tekanan Darah

AspekVascular LoadTren Tekanan Darah
KeluaranSkor 1-100Grafik perubahan relatif (mmHg)
Standar MedisTidak ada acuan klinisMengacu pada klasifikasi hipertensi WHO
Frekuensi PengukuranPasif, sepanjang hariPasif + bisa dipicu manual
RegulasiTidak tersertifikasiTersertifikasi di beberapa negara
Kemudahan DipahamiRendahTinggi, grafik visual

Dampak Bagi Pengguna Galaxy Watch

Bagi pengguna yang telah mengumpulkan data Vascular Load selama berbulan-bulan, Samsung memastikan bahwa data historis tidak akan hilang. Riwayat Vascular Load akan tetap dapat diakses melalui Samsung Health versi terdahulu selama masa transisi, namun tidak akan ada pengukuran baru setelah pembaruan diluncurkan. Pengguna disarankan mengekspor data mereka jika ingin menyimpan catatan jangka panjang.

Ke depan, semua Galaxy Watch yang mendukung sensor tekanan darah—mulai dari Galaxy Watch 4 ke atas—akan menerima metrik tren tekanan darah melalui pembaruan perangkat lunak. Samsung juga mengonfirmasi bahwa fitur ini akan hadir di Galaxy Watch 8 Classic sebagai fitur standar, dengan peningkatan akurasi berkat sensor BioActive yang ditingkatkan.

Langkah ini disambut positif oleh pengamat industri. Seorang analis dari firma riset Canalys menulis dalam laporannya:

“Dengan menyederhanakan metrik kesehatan menjadi bahasa yang dipahami semua orang, Samsung berpotensi memperluas adopsi smartwatch sebagai alat kesehatan preventif, bukan sekadar pelacak kebugaran.”

Masa Depan Pemantauan Kesehatan di Pergelangan Tangan

Perubahan ini menempatkan Samsung pada jalur yang mirip dengan Apple dan fitur tren tekanan darah yang dirumorkan untuk Apple Watch, namun dengan pendekatan yang lebih terbuka. Samsung Health juga akan menambahkan tips personal berbasis AI yang mengkorelasikan tren tekanan darah dengan pola tidur, aktivitas, dan asupan nutrisi pengguna, menciptakan ekosistem kesehatan yang holistik.

Dengan fokus baru pada tekanan darah—salah satu indikator vital paling kritis untuk penyakit kardiovaskular—Samsung tidak hanya menghapus fitur, tetapi membuka lembaran baru komitmennya terhadap kesehatan berbasis data. Bagi pengguna Indonesia yang memiliki risiko hipertensi tinggi, fitur ini diharapkan hadir bersamaan dengan peluncuran resmi Galaxy Watch 8 di tanah air pada kuartal ketiga tahun ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User