Cilegon — Andalkan Kafilah Lokal, Peringkat MTQ Banten Merosot ke 5
CILEGON, LURUSIN.COM — Posisi Kota Cilegon dalam kancah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten kembali menunjukkan tren penurunan. Pada ge
CILEGON, LURUSIN.COM — Posisi Kota Cilegon dalam kancah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten kembali menunjukkan tren penurunan. Pada gelaran MTQ XIII 2026 yang baru usai, kontingen Cilegon harus puas bertengger di peringkat kelima klasemen akhir, merosot satu tingkat dari capaian tahun sebelumnya. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa kebijakan mengandalkan talenta lokal sepenuhnya masih memerlukan lompatan pembinaan agar mampu bersaing dengan daerah tetangga yang lebih agresif.
Berdasarkan rekapitulasi nilai yang diterima redaksi, Cilegon mengumpulkan 199 poin. Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dari empat besar yang didominasi oleh wilayah Tangerang Raya dan Kabupaten Serang. Kabupaten Tangerang keluar sebagai juara umum dengan perolehan 759 poin, disusul Kota Tangerang di tempat kedua dengan 614 poin. Peringkat ketiga diduduki Kabupaten Serang dengan 549 poin, sedangkan Kota Tangerang Selatan menghuni posisi keempat setelah mengemas 542 poin. Di bawah Cilegon, berturut-turut terdapat Kabupaten Lebak (123 poin), Kota Serang (90 poin), dan Kabupaten Pandeglang yang mengoleksi 63 poin.
Hasil Lengkap MTQ XIII Provinsi Banten 2026
- Kabupaten Tangerang: 759 poin
- Kota Tangerang: 614 poin
- Kabupaten Serang: 549 poin
- Kota Tangerang Selatan: 542 poin
- Kota Cilegon: 199 poin
- Kabupaten Lebak: 123 poin
- Kota Serang: 90 poin
- Kabupaten Pandeglang: 63 poin
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Cilegon, Rahmatullah, membenarkan bahwa posisi tahun ini memang mengalami kemunduran. Tahun lalu, pada MTQ 2025, Cilegon masih mampu mengamankan peringkat keempat. “Yah, kelima, di bawah Tangerang Raya dan Kabupaten Serang. Kami sudah berupaya maksimal. Bahkan, dalam pembinaan juga menghadirkan narasumber lokal, provinsi, dan nasional,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).
“Alhamdulillah, Kafilah Kota Cilegon tetap istiqomah. Bahwa yang tampil pada MTQ XIII Provinsi Banten adalah potensi lokal dan putra-putri Kota Cilegon.”
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon yang sejak awal memilih untuk tidak “mengimpor” peserta dari luar daerah. Strategi tersebut memang memiliki risiko terhadap perolehan poin, tetapi di sisi lain menjadi investasi jangka panjang bagi ekosistem tilawah lokal. Dengan mempertahankan kafilah asli, Cilegon berharap dapat menumbuhkan rasa memiliki dan membangun tradisi keagamaan yang berakar kuat di masyarakat.
Rahmatullah mengakui bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Pihaknya tidak menampik bahwa persaingan di tingkat provinsi semakin ketat, terutama dengan daerah-daerah yang memiliki sumber daya dan tradisi pembinaan lebih mapan. “Tentu tetap ada evaluasi yang dilakukan. Pembinaan akan terus ditingkatkan, sehingga nantinya bisa lebih maksimal,” imbuhnya. Beberapa catatan yang akan menjadi fokus perbaikan antara lain durasi pemusatan latihan, kualitas pelatih, serta sarana pendukung yang lebih memadai.
Di kalangan pemerhati tilawah, kebijakan Cilegon ini menuai apresiasi sekaligus kritik. Langkah mempertahankan peserta lokal dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap putra-putri daerah, namun di sisi lain publik berharap agar proses pembinaan dilakukan sejak dini dan berjenjang. Tanpa sistem kaderisasi yang solid, jarak poin dengan kawasan Tangerang Raya yang konsisten mendominasi akan semakin sulit dikejar. Peringkat kelima ini pun menjadi cambuk bagi LPTQ untuk merancang program yang lebih terstruktur, seperti pelatihan berkelanjutan, uji coba kompetisi internal, dan pengiriman peserta ke even nasional sebagai ajang pematangan.
Dengan selesainya MTQ XIII, perhatian kini tertuju pada langkah konkret Pemkot Cilegon dalam menyongsong MTQ berikutnya. Publik menanti apakah strategi mengandalkan talenta lokal akan dipertahankan dengan penguatan pembinaan total, ataukah akan ada penyesuaian taktik untuk mendongkrak peringkat. Yang jelas, posisi kelima ini menjadi potret bahwa loyalitas terhadap potensi daerah harus dibarengi dengan eksekusi pembinaan yang kian profesional dan terukur.
[TAGS]: MTQ Banten 2026, Kota Cilegon, LPTQ Cilegon, Kafilah Lokal, Rahmatullah Kesra Cilegon
[SOCIAL_TWEET]: Peringkat Cilegon di MTQ Banten 2026 turun ke posisi 5. Meski konsisten tampilkan kafilah lokal, poin 199 belum cukup kejar dominasi Tangerang Raya. Evaluasi & pembinaan lebih intens jadi kunci ke depan. #MTQBanten2026 #Cilegon
[SOCIAL_FB]: Kota Cilegon harus puas di peringkat kelima MTQ XIII Provinsi Banten 2026, turun satu tingkat dari tahun lalu. Kabag Kesra Rahmatullah menegaskan kafilah Cilegon tetap istiqomah mengandalkan talenta lokal, meski persaingan poin didominasi Kabupaten Tangerang (759) dan Kota Tangerang (614). Kini pembinaan bakal dievaluasi total agar potensi putra-putri Cilegon bisa lebih bersinar. Baca selengkapnya di Lurusin.com.
[SOCIAL_TG]: 🔴 Cilegon Turun ke Peringkat 5 MTQ Banten 2026 ➖ Hanya kemas 199 poin, tertinggal dari Tangerang Raya & Kabupaten Serang. ➖ Pemkot pertahankan kafilah lokal, pembinaan sudah libatkan pelatih nasional. ➖ Evaluasi: tingkatkan durasi latihan & sarana pendukung untuk MTQ berikutnya. Baca detailnya di Lurusin.com | #Cilegon #MTQBanten
[SOCIAL_THREADS]: Cilegon kembali harus mengakui keunggulan daerah tetangga. Di MTQ Provinsi Banten 2026, Cilegon turun ke peringkat 5 dengan 199 poin. Meski pembinaan sudah melibatkan narasumber lokal hingga nasional, keputusan hanya mengirim kafilah asli Cilegon membuat perolehan poin masih terbatas. Kabag Kesra bilang, “Kami tetap istiqomah mempertahankan talenta lokal.” Sekarang, evaluasi total dan pembinaan lebih intens disiapkan. Semoga MTQ depan Cilegon bisa bangkit! 🕌✨ #MTQBanten #Cilegon #TilawatilQuran
Comments (0)