Remaja Yatim Piatu di Palembang Dianiaya Tetangga, Keluarga Laporkan ke Polisi
Palembang, Lurusin.com — Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri di kawasan Palembang, Sumatera Selatan. Akibat kejadian ters
Palembang, Lurusin.com — Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri di kawasan Palembang, Sumatera Selatan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik dan pihak keluarga langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan pelaku ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Senin (29/6/2026), pelaporan resmi diajukan oleh bibi korban yang bernama Sri Maisaro (42). Sri yang akrab disapa Sir itu mengaku sangat terpukul dan tidak terima atas tindakan kekerasan yang menimpa keponakannya, yang berinisial MDP (16). Terlebih, MDP diketahui merupakan seorang remaja yatim piatu yang tinggal bersama keluarga besarnya.
Insiden memilukan itu terjadi pada Sabtu (27/6) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu, korban MDP sedang berada di sekitar rumah dan duduk santai sambil bermain telepon genggam (handphone) bersama seorang temannya. Tanpa diduga, tetangganya yang dikenal sebagai pelaku tiba-tiba mendekati dan melakukan aksi kekerasan terhadap korban.
“Saya tidak terima keponakan saya dianiaya seperti itu. Dia sudah tidak punya orang tua, seharusnya dikasihani, bukan malah disakiti. Kami sudah melaporkan ini ke polisi dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum setimpal,” ujar Sri Maisaro dengan nada bergetar saat ditemui usai membuat laporan.
Hingga kini, motif di balik penganiayaan tersebut masih belum terungkap secara jelas. Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara persis apa yang memicu kemarahan pelaku hingga tega melakukan tindak kekerasan terhadap seorang remaja yang notabene masih di bawah umur. Aparat kepolisian dari Polrestabes Palembang saat ini tengah melakukan penyelidikan dan akan memanggil sejumlah saksi, termasuk teman korban yang berada di lokasi kejadian.
Kasus ini menyita perhatian warga sekitar dan menjadi perbincangan publik, mengingat status korban yang merupakan remaja yatim piatu. Rasa simpati dan kemarahan warganet pun tertuang di berbagai platform media sosial, mendesak agar pelaku segera diproses hukum. Hingga berita ini diturunkan, media kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak Polrestabes Palembang terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Keluarga berharap pelaku dapat ditangkap dalam waktu dekat dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Comments (0)