PSI Kecam PDIP usai Tertawakan Prosesi Adat Jokowi, Sebut Hina Budaya Lampung

Sejumlah pihak ramai menanggapi pernyataan politikus PDIP yang menertawakan pemaknaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengikuti prosesi adat menginjak kepala kerbau di Lampung. Partai Soli

Jul 06, 2026 - 13:31
0 0
PSI Kecam PDIP usai Tertawakan Prosesi Adat Jokowi, Sebut Hina Budaya Lampung

Sejumlah pihak ramai menanggapi pernyataan politikus PDIP yang menertawakan pemaknaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengikuti prosesi adat menginjak kepala kerbau di Lampung. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu yang paling keras melontarkan kritik, menuding sikap tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap adat dan budaya masyarakat Lampung.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh media kami, respons PDIP yang dinilai sinis itu muncul saat sebuah perbincangan politik menyinggung momen safari politik Jokowi ke daerah tersebut. Video dan narasi yang beredar menunjukkan adanya gelak tawa dan komentar yang dianggap merendahkan prosesi sakral tersebut.

PSI: Pernyataan PDIP Menghinakan Adat Lampung

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengecam keras sikap yang ditunjukkan oleh para politikus PDIP itu. Ia menilai, cibiran terhadap Jokowi yang tengah menjalani ritual adat sama artinya dengan merendahkan nilai-nilai luhur masyarakat setempat.

"Saya kira pernyataan itu menghinakan adat budaya. Itu kan menghina prosesi adat budaya Lampung," tegas Bestari dalam keterangannya pada Senin (29/6/2026).

Bestari melanjutkan, mimik dan komentar yang dilontarkan pihak PDIP menunjukkan minimnya pemahaman terhadap kearifan lokal. Ia menyayangkan adanya pihak yang berkomentar tanpa melihat makna filosofis di balik sebuah ritual adat.

Makna Filosofis di Balik Prosesi

Untuk meluruskan kesalahpahaman publik, Bestari kemudian menjelaskan secara rinci makna dari prosesi injak kepala kerbau yang dijalani oleh Jokowi kala itu. Prosesi yang dilakukan di atas hamparan karpet merah tersebut bukanlah hal sembarangan.

Menurutnya, ritual itu merupakan bentuk penghormatan tertinggi yang diberikan oleh para tetua dan pimpinan adat Lampung kepada seorang tamu kehormatan. Ini menjadi simbol pengakuan atas kedudukan dan hubungan emosional yang kuat dengan tokoh nasional.

Imbauan untuk Masyarakat Lampung

Di akhir pernyataannya, Bestari berharap agar masyarakat adat Lampung tetap tenang dan menyikapi insiden ini dengan bijak. Namun, ia menekankan bahwa kejadian ini menjadi cermin nyata bagaimana pandangan politisi terhadap tradisi lokal.

"Mudah-mudahan masyarakat Lampung menyikapinya dengan bijak dan semakin mengetahui betapa mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang tidak paham adat Lampung, tapi berani berkomentar soal adat budaya," ujar Bestari menutup pernyataannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User