Gus Ipul Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi meluncurkan buku berjudul "Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan S
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi meluncurkan buku berjudul "Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial" di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Peluncuran diselenggarakan di sela-sela rangkaian Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU), menandai momentum penting pengarusutamaan isu disabilitas di lingkungan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Lebih dari Sekadar Buku
Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa dokumen ilmiah-keagamaan yang diterbitkan oleh Komisi Nasional Disabilitas (KND) bersama LBM NU, Lakpesdam NU, P3M, dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi ini memiliki peran strategis. Buku tersebut, menurutnya, bukan sekadar terbitan biasa, melainkan rambu moral, rujukan sosial, dan instrumen transformasi cara berpikir umat. Tujuan utamanya adalah mengubah paradigma masyarakat agar penyandang disabilitas mental-psikososial tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai manusia yang memiliki martabat setara, harkat yang sama, serta hak-hak yang melekat tanpa syarat sebagaimana dijamin oleh konstitusi, ajaran agama, dan norma kemanusiaan universal.
"Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Minggu (21/6/2025).
KND menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kajian mendalam yang mengintegrasikan perspektif fikih dengan pendekatan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Harapannya, buku ini dapat menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan, mulai dari tokoh agama, pengelola lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas, dalam memahami, menerima, dan mendukung penyandang disabilitas psikososial agar memperoleh akses setara di berbagai aspek kehidupan—pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan partisipasi sosial.
Peluncuran yang bertepatan dengan Munas-Konbes NU ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk mendorong lahirnya kebijakan dan aksi konkret di lingkungan Nahdlatul Ulama. Gus Ipul berharap, buku ini dapat menjadi bekal bagi warga NU serta seluruh umat Islam Indonesia dalam membangun masyarakat inklusif yang menghormati keberagaman dan menjunjung tinggi harkat setiap warga negara, tanpa memandang kondisi fisik maupun mentalnya. Laporan Lurusin.com akan terus memantau implementasi dan dampak dari panduan keagamaan ini di lapangan.
Comments (0)