Mengurai Pesan Politik Usai Pertemuan Jokowi, PSI dan Didit Prabowo

Pertemuan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo, jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo, memunculkan narasi politik yang

Jul 06, 2026 - 14:11
0 0
Mengurai Pesan Politik Usai Pertemuan Jokowi, PSI dan Didit Prabowo

Pertemuan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo, jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Prabowo, memunculkan narasi politik yang mengerucut pada ajakan dukungan penuh untuk pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam sesi ramah tamah yang berlangsung di kediaman Jokowi pada Kamis (18/6), Ketua DPP PSI Bestari Barus menangkap pesan kuat dari sang tokoh: simpatisan diminta mengawal pasangan pemimpin nasional itu tidak hanya untuk satu, tetapi dua periode ke depan. Informasi ini terkonfirmasi melalui laporan media kami Lurusin.com yang mewawancarai Bestari selepas pertemuan.

Bestari menegaskan bahwa pernyataan Jokowi tersebut sekaligus mematahkan rumor liar yang menyebut mantan Wali Kota Solo itu tengah menyiapkan "matahari baru" melalui safari politik ke berbagai daerah. Spekulasi tentang dualisme kekuasaan atau friksi antara dua tokoh sentral itu disebutnya mengada-ada. Ia mengutip langsung penuturan Jokowi yang secara eksplisit menginstruksikan kader untuk fokus mendukung kelangsungan pemerintahan saat ini, sebuah sinyal yang dianggapnya final dan tanpa ambiguitas.

"Kepada kami beliau menyampaikan bahwa kita diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? Ada-ada aja," ujar Bestari kepada Lurusin.com, mengulangi penegasan yang ia terima langsung.

Simbol Rekonsiliasi di Balik Kehadiran Didit

Kehadiran Didit Prabowo dalam forum tersebut mendapat sorotan khusus. Bestari menilai momen ini meluruhkan persepsi publik yang sempat menduga adanya kerenggangan antara Jokowi dan Prabowo pasca kontestasi politik sebelumnya. Menurutnya, obrolan santai selama sekitar 30 menit itu lebih dari sekadar basa-basi; ia yakin substansi diskusi akan tersampaikan langsung kepada Presiden Prabowo melalui putranya. Ini menjadi isyarat bahwa jalur komunikasi antara dua figur berpengaruh itu tetap cair dan saling mendukung.

Analis politik yang dihubungi Lurusin.com melihat manuver ini sebagai langkah strategis PSI untuk mempertegas posisi mereka dalam koalisi pemerintahan. Dengan menempatkan diri sebagai jembatan antara basis pendukung Jokowi dan struktur kekuasaan Prabowo-Gibran, PSI tidak hanya mengamankan relevansi politik, tetapi juga mengonsolidasikan kekuatan menjelang agenda elektoral panjang. Sebaliknya, penolakan Jokowi terhadap isu "dua matahari" justru memperkuat kesan bahwa ia ingin mewariskan stabilitas, bukan menciptakan pusat kekuasaan tandingan. Pesan yang dibawa PSI ini, jika benar terkonfirmasi, akan menjadi fondasi penting dalam membentuk peta koalisi ke depan sambil meredam spekulasi-spekulasi yang berpotensi mengganggu harmoni elite.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User