Prabowo Sambut Hangat Kedatangan Presiden Belarus di Istana Merdeka
Jakarta — Suasana keakraban terasa kuat di Istana Merdeka saat Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis
Kunjungan Penuh Makna Setelah 13 Tahun
Presiden Belarus terakhir kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2013 silam. Kini, setelah lebih dari satu dekade, ia kembali hadir untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Dalam konferensi pers bersama yang digelar di Istana Merdeka, Prabowo menyatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan sebuah kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia."Pertama-tama saya sekali lagi menyampaikan selamat datang kepada Presiden Lukashenko di Jakarta. Ini adalah suatu kehormatan bagi Republik Indonesia, bagi rakyat Indonesia, dan bagi saya pribadi untuk menyambut kunjungan Yang Mulia yang kedua kalinya ke Indonesia," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo juga menyinggung hubungan personal yang telah terjalin baik dengan Lukashenko. Ia mengenang kunjungan balasannya ke Belarus pada tahun lalu, di mana dirinya menerima sambutan kenegaraan yang penuh kehormatan.Balas Budi atas Sambutan Hangat di Belarus
Rasa terima kasih yang disampaikan Prabowo dalam pertemuan ini menjadi penegasan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya sebatas di atas kertas. Ada ikatan diplomatik yang dibangun di atas fondasi saling menghormati."Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat kehormatan yang diberikan kepada saya saat kunjungan saya ke Belarus tahun lalu," ungkap Prabowo.
Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia kali ini diyakini akan membuka babak baru dalam kerja sama di berbagai sektor strategis. Meski detail perjanjian belum diumumkan secara resmi, sinyal penguatan hubungan di bidang ekonomi, pertahanan, dan teknologi tampak menjadi fokus utama pembicaraan kedua pemimpin.Simbol Penguatan Diplomasi Dua Negara Sahabat
Kehadiran Lukashenko ke Jakarta setelah 13 tahun menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia-Belarus tetap terjaga meskipun tidak selalu menjadi sorotan media. Indonesia melihat Belarus sebagai mitra potensial di kawasan Eropa Timur.Berdasarkan laporan dari tim liputan kami, pertemuan bilateral ini berlangsung tertutup sebelum akhirnya kedua pemimpin tampil di hadapan awak media.
Momen ini juga menandai salah satu agenda diplomatik penting di awal masa kepemimpinan Prabowo. Dengan menerima kunjungan kepala negara dari Belarus, Indonesia menegaskan komitmennya untuk membuka pintu seluas-luasnya bagi kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Comments (0)