Prabowo Ingin Tingkatkan Impor Bahan Baku Pupuk dari Belarusia Demi Ketahanan Pangan
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk memperluas kerja sama di sektor pertanian dengan Belarusia, termasuk menambah impor bahan baku pupuk. Langkah ini menjadi bagian da
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk memperluas kerja sama di sektor pertanian dengan Belarusia, termasuk menambah impor bahan baku pupuk. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat menerima kunjungan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/7/2026). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai potensi kerja sama yang dinilai saling melengkapi antara Indonesia dan negara Eropa Timur itu.
"Di bidang ketahanan pangan kita bertekad untuk terus meningkatkan kerjasama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat," ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama.
Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penyediaan bahan baku pupuk, tetapi juga mencakup transfer teknologi pertanian modern dan pengadaan alat berat. Belarusia dikenal memiliki industri pupuk kalium yang kuat, sementara Indonesia membutuhkan pasokan bahan baku pupuk yang stabil untuk mendukung sektor pertanian dalam negeri.
Peningkatan impor bahan baku pupuk dari Belarusia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada pemasok tradisional sekaligus menjamin ketersediaan pupuk bagi petani dengan harga yang lebih kompetitif. Langkah ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Selain itu, kerja sama alat dan teknologi pertanian juga menjadi perhatian serius. Prabowo menyebut bahwa modernisasi alat pertanian merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Teknologi dari Belarusia dinilai dapat diadaptasi dengan kondisi pertanian di Indonesia.
Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian lawatannya ke kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik. Bagi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang diversifikasi sumber bahan baku pupuk di tengah dinamika geopolitik global yang kerap memengaruhi rantai pasok komoditas strategis.
Pemerintah berharap, melalui penguatan kerja sama ini, ketahanan pangan nasional dapat semakin kokoh dan Indonesia mampu mengurangi ketergantungan impor pangan di masa mendatang.
Comments (0)