Prabowo Akui Gaji Guru dan PNS Rendah, Sebut Uang Negara Diselewengkan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia masih jauh dari kata layak. Dalam sebuah forum nasional, ia mengungkapkan bah

Jul 07, 2026 - 23:59
0 0
Prabowo Akui Gaji Guru dan PNS Rendah, Sebut Uang Negara Diselewengkan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia masih jauh dari kata layak. Dalam sebuah forum nasional, ia mengungkapkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kebocoran anggaran negara akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut digelar di kampus IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026).

Anggaran Bocor, Kesejahteraan Terhambat

Di hadapan para ulama dan pemimpin NU, Prabowo blak-blakan menyampaikan analisisnya mengenai rendahnya pendapatan aparatur negara. Ia menekankan bahwa masalah ini bukan semata-mata soal kebijakan penggajian, melainkan karena sumber pendapatan negara terus digerogoti oleh praktik pencurian uang rakyat.

Media kami merangkum momen tersebut saat Presiden dengan lantang menjelaskan realita keuangan negara kepada para hadirin. Ia menyebut bahwa kurangnya alokasi dana untuk peningkatan kesejahteraan guru dan PNS adalah konsekuensi langsung dari hilangnya potensi penerimaan negara.

"Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara," ujar Prabowo dalam laporan yang diterima redaksi Lurusin.com.

NU Diharap Jadi Garda Terdepan

Prabowo yang mengenakan setelan jas gelap dan peci hitam itu tampak serius menyoroti kebocoran kekayaan negara. Ia berpendapat bahwa pemahaman mengenai akar masalah ini penting dimiliki oleh para tokoh Nahdlatul Ulama. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal tata kelola anggaran yang bersih.

Presiden menuturkan bahwa selama kebocoran masih terjadi, upaya untuk meningkatkan standar gaji akan selalu terbentur keterbatasan fiskal. "Diambil terus, saudara-saudara," tegasnya mengulangi frasa tersebut, menandakan seriusnya persoalan kebocoran yang dimaksud.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menaruh perhatian serius pada isu kesejahteraan guru dan pegawai negeri, namun menghadapi tantangan besar dalam menutup celah kebocoran. Para guru dan PNS yang selama ini menanti perbaikan pendapatan tentu berharap agar fokus pemerintah tak hanya berhenti pada pengakuan, melainkan juga pada langkah konkret penyelamatan aset negara.

Hingga berita ini diturunkan, Lurusin.com masih menelusuri lebih lanjut data dan rencana strategis pemerintah dalam menutup kebocoran anggaran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User