PLN EPI Catat Penghematan 710 Kg Karbon Via Elektrifikasi Kendaraan

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mencatat penghematan emisi karbon sebesar 710 kilogram setara CO₂ melalui program peralihan arm

Jul 15, 2026 - 15:31
0 0
PLN EPI Catat Penghematan 710 Kg Karbon Via Elektrifikasi Kendaraan

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mencatat penghematan emisi karbon sebesar 710 kilogram setara CO₂ melalui program peralihan armada operasional konvensional menjadi kendaraan listrik. Capaian ini merupakan hasil empat bulan pertama sejak inisiatif tersebut bergulir di lingkungan internal perusahaan.

Direktur Utama PLN EPI, Mochamad Andy Yudiawan, mengungkapkan bahwa penghematan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca. "710 kg setara CO₂ ini mungkin terlihat kecil, tapi ini adalah langkah awal transformasi budaya kerja yang lebih hijau di tubuh BUMN," ujar Andy dalam pernyataan resminya di Kantor Pusat PLN EPI, Jakarta, Senin (15/7).

Konversi ke Motor dan Mobil Listrik

Program ini mencakup penggantian 12 motor dinas berbahan bakar fosil dengan sepeda motor listrik, serta dua mobil operasional menjadi kendaraan listrik murni. Semua kendaraan tersebut digunakan untuk mobilitas karyawan di area perkantoran dan kunjungan lapangan jarak pendek di wilayah Jabodetabek. PLN EPI mencatat rata-rata konsumsi energi listrik harian untuk armada ini hanya 23 kWh per unit, jauh lebih efisien dibanding BBM yang mencapai 4,7 liter per unit per hari untuk motor konvensional.

"Kami menghitung setiap kilometer yang ditempuh. Jika dikalkulasi dengan faktor emisi jaringan listrik Jawa-Bali, emisi tidak langsung dari kendaraan listrik tetap 68% lebih rendah dibanding BBM," jelas Senior Manager Lingkungan dan K3 PLN EPI, Rina Pratiwi.

Sebagai pembanding, 710 kg setara CO₂ yang berhasil dihindari setara dengan emisi yang diserap oleh 33 pohon trembesi dewasa selama satu tahun, atau setara dengan mengurangi konsumsi 305 liter bensin.

Infrastruktur Pendukung dan Energi Bersih

PLN EPI memastikan bahwa listrik yang digunakan untuk mengisi daya kendaraan berasal dari sumber energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di atap gedung kantor. Kapasitas PLTS tersebut mencapai 50 kWp dan telah beroperasi sejak 2024, menyuplai 37% kebutuhan listrik gedung. Dengan demikian, emisi dari penggunaan kendaraan listrik benar-benar ditekan hingga batas minimal.

"Sinergi antara PLTS atap dan kendaraan listrik menciptakan siklus energi bersih yang nyaris tanpa emisi langsung," tambah Andy. Ke depan, perusahaan berencana memperluas program ini ke kantor cabang di Surabaya, Medan, dan Makassar pada 2027, sekaligus menambah 35 unit motor listrik serta empat unit mobil listrik tambahan.

Sejalan dengan Agenda Nasional dan Global

Langkah PLN EPI selaras dengan peta jalan transisi energi pemerintah yang menargetkan penurunan emisi sebesar 32% dari skenario business-as-usual pada 2030. Sebagai bagian dari holding PLN, anak perusahaan yang membidangi energi primer ini juga harus memenuhi standar environmental, social, and governance (ESG) yang semakin ketat dari investor global.

Vice President Public Relations PT PLN (Persero), Dita Febriani, menyampaikan apresiasi dan menyebut program ini sebagai model yang dapat direplikasi oleh anak usaha lain. "Ini membuktikan bahwa aksi iklim tidak harus menunggu teknologi mahal. Mulai dari hal sederhana yang terukur, dampaknya nyata," katanya terpisah.

Data internal menunjukkan bahwa selain penghematan emisi, program ini juga menghemat biaya operasional kendaraan hingga Rp42 juta selama periode yang sama, karena biaya perawatan dan "bahan bakar" listrik lebih rendah 63% daripada BBM. Efisiensi ini dialokasikan kembali untuk pengembangan energi bersih lainnya, seperti studi pemanfaatan biomassa untuk co-firing di PLTU.

Literasi Lingkungan bagi Karyawan

Tak hanya mengganti kendaraan, PLN EPI juga menggelar pelatihan eco-driving bagi para pengendara armada listrik. Teknik seperti pengaturan kecepatan konstan, penggunaan regenerative braking, dan optimasi tekanan ban terbukti meningkatkan efisiensi energi hingga 15%. Program literasi lingkungan ini diperluas dengan lomba "Kantor Hijau" antardivisi yang salah satu kriterianya adalah penggunaan transportasi rendah emisi.

"Yang terpenting adalah membangun ekosistem. Kendaraan listrik hanya alat. Mindset karyawan yang menjaga lingkungan, itu kuncinya," ujar Andy menutup pernyataan.

Dengan pencapaian ini, PLN EPI menjadi salah satu BUMN perintis yang mengintegrasikan kendaraan listrik dalam operasional bisnis inti, bukan sekadar proyek percontohan. Penghematan 710 kg emisi karbon ini akan terus bertambah seiring perluasan program dan makin banyaknya unit yang teralihkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User