Drone Shahed Iran Serang Kyiv, Warga Saksikan Detik-detik Mencekam

KYIV, Ukraina — Suara dengung asing memecah sunyi pagi di langit Kyiv. Dalam hitungan detik, sebuah drone Shahed-136 buatan Iran yang diluncurkan oleh mili

Jul 15, 2026 - 00:55
0 0
Drone Shahed Iran Serang Kyiv, Warga Saksikan Detik-detik Mencekam

KYIV, Ukraina — Suara dengung asing memecah sunyi pagi di langit Kyiv. Dalam hitungan detik, sebuah drone Shahed-136 buatan Iran yang diluncurkan oleh militer Rusia melesat rendah dan menghantam sebuah bangunan di pusat kota. Serangan pada 17 Oktober 2022 itu tak hanya meruntuhkan dinding, tetapi juga mengguncang rasa aman warga Ukraina yang selama ini menganggap ibu kota relatif terlindungi.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan momen dramatis ketika pesawat nirawak berbentuk delta itu terbang melintas di atas permukiman sebelum akhirnya menghunjam ke gedung sipil. Saksi mata menggambarkan kepanikan yang terjadi dalam sekejap. “Saya melihat bayangan hitam bergerak cepat, lalu ledakan keras. Semua orang menjerit dan berlari,” tutur Yulia, seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Shahed-136: Senjata Baru di Udara Ukraina

Shahed-136, atau yang dijuluki "drone kamikaze," adalah senjata berpemandu yang diproduksi Iran. Dengan panjang sekitar 3,5 meter dan rentang sayap 2,5 meter, drone ini mampu membawa hulu ledak seberat 40-50 kilogram. Kecepatannya yang relatif rendah—sekitar 185 km/jam—membuatnya sulit dideteksi oleh radar konvensional, terutama saat terbang di ketinggian rendah. Rusia menggunakannya dalam jumlah besar untuk menyerang infrastruktur sipil dan fasilitas energi Ukraina.

Menurut intelijen Ukraina, sejak September 2022, Rusia telah menerima ratusan unit Shahed dari Iran. Penggunaan drone ini menandai babak baru dalam perang, di mana Moskow mengandalkan pemasok asing untuk menambah daya gempur setelah mengalami kelelahan persenjataan. “Ini adalah eskalasi. Iran tidak hanya menjual senjata, tetapi juga memberi Rusia kemampuan untuk meneror penduduk sipil dari jarak jauh,” ujar seorang analis militer di Kyiv yang enggan disebutkan namanya.

Tak Hanya Serangan Fisik, tapi Juga Perang Psikologis

Serangan drone Shahed tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menyebar ketakutan di kalangan warga. Suara khasnya yang seperti mesin motor tua membuat penduduk Kyiv selalu waspada. Pemerintah kota bahkan sempat mengeluarkan panduan bagi warga untuk mengenali suara Shahed dan segera mencari perlindungan. Seorang psikolog setempat menjelaskan:

“Setiap dengung di langit kini menjadi pemicu trauma. Pasien-pasien saya, terutama anak-anak, mengalami gangguan tidur dan kecemasan akut. Mereka terus bertanya apakah hari ini akan ada drone lagi.”

Di sisi lain, aparat pertahanan udara Ukraina terus meningkatkan kemampuan untuk menangkis ancaman ini. Meski berhasil menembak jatuh sebagian besar drone, beberapa tetap lolos dan menimbulkan korban jiwa. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tidak meremehkan sirine peringatan dan segera menuju tempat perlindungan begitu alarm berbunyi.

Reaksi Internasional dan Sanksi Baru

Keterlibatan Iran dalam memasok senjata ofensif ke Rusia menuai kecaman luas. Uni Eropa dan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tambahan terhadap individu serta perusahaan yang terlibat dalam produksi dan transfer drone Shahed. Tehran berulang kali membantah tuduhan tersebut, namun bukti-bukti lapangan—termasuk serpihan drone yang jatuh dengan label Iran—semakin memperkuat klaim Barat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya mengecam keras serangan itu dan menyerukan dunia untuk menutup celah yang memungkinkan Iran terus mengekspor persenjataan. “Setiap drone yang menghantam rumah kami adalah bukti bahwa terorisme internasional harus dilawan secara kolektif,” tegasnya.

Sementara itu, Rusia tetap melanjutkan taktik serangan massal menggunakan puluhan drone sekaligus untuk menguras sistem pertahanan Ukraina. Pakar keamanan menilai strategi ini bertujuan menciptakan kelelahan dan menghancurkan moral masyarakat. “Mereka ingin kami hidup dalam ketakutan. Tapi justru sebaliknya, kami semakin bersatu,” kata seorang relawan kemanusiaan di Kyiv.

Hingga kini, puing-puing bangunan yang hancur pada 17 Oktober masih menjadi saksi bisu. Masyarakat Kyiv terus beradaptasi dengan realitas perang yang kian dekat, sekaligus menanti akhir dari teror yang datang dari langit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User