Kitab Ithaf Ummati Al-Muqtafa Diluncurkan di Masjid Sunda Kelapa
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Jumat (hari dan tanggal disesuaikan). Masjid bersejarah di kawasan Menteng itu menjadi
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Jumat (hari dan tanggal disesuaikan). Masjid bersejarah di kawasan Menteng itu menjadi saksi peluncuran sekaligus bedah Kitab Ithaf Ummati Al-Muqtafa, sebuah karya komprehensif yang merangkum dzikir, doa, dan amalan harian bagi umat Islam. Acara yang digelar oleh pengurus masjid bersama penerbit setempat ini menarik ratusan jamaah dari berbagai kalangan, menandai antusiasme tinggi terhadap literatur keislaman berkualitas.
Mengenal Kitab Ithaf Ummati Al-Muqtafa
Kitab Ithaf Ummati Al-Muqtafa disusun oleh Ustadz Ahmad Farhan Najib, seorang ulama muda lulusan Universitas Al-Azhar Kairo. Karya ini menyajikan koleksi doa harian yang diambil dari Al-Qur’an, hadits shahih, dan kitab-kitab klasik seperti Al-Adzkar karya Imam Nawawi. Setiap bab disusun berdasarkan aktivitas harian, mulai dari bangun tidur, bekerja, hingga istirahat malam, dilengkapi dengan transliterasi dan terjemahan Bahasa Indonesia yang mudah dipahami.
Menurut sang penulis, latar belakang penyusunan kitab ini berawal dari keresahan melihat banyak umat yang kesulitan mengakses sumber doa otentik dan terlalu bergantung pada amalan yang tidak jelas dasarnya. “Kami ingin menyajikan referensi yang ringkas, otoritatif, dan mampu menjadi pegangan setiap Muslim dalam kesehariannya,” tutur Ustadz Ahmad saat ditemui di sela acara.
Antusiasme Jamaah Memadati Ruang Utama
Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan ke Masjid Sunda Kelapa. Panitia menyiapkan sekitar 300 kursi di dalam masjid serta layar LED di halaman luar untuk mengakomodasi peserta yang tak kebagian tempat. Beberapa peserta mengaku sengaja datang dari Tangerang dan Bekasi demi mendapatkan kitab edisi pertama yang ditandatangani langsung oleh penulis. “Saya sudah lama menunggu adanya buku yang merangkum doa-doa harian dengan sanad yang jelas. Alhamdulillah sekarang ada,” ujar Hana, seorang ibu muda yang turut hadir bersama keluarganya.
Ketua Umum Masjid Sunda Kelapa, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peluncuran kitab ini merupakan bagian dari program peningkatan literasi umat.
“Kami berharap kehadiran Ithaf Ummati Al-Muqtafa dapat menghidupkan kembali budaya membaca dan menghafal doa harian di kalangan generasi muda,”katanya.
Bedah Kitab oleh Ahli Hadits
Sesi bedah kitab menghadirkan Dr. Hasanuddin Yusuf, M.Ag., pakar hadits dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau mengupas detail validitas hadits yang digunakan dalam kitab, serta relevansi doa-doa yang ditulis dalam kehidupan modern. Dijelaskan bahwa dari total 212 doa yang terdapat dalam kitab, lebih dari 95% bersumber dari Bukhari dan Muslim, sementara sisanya diambil dari kitab sunan yang terpercaya.
Dr. Hasanuddin juga menyoroti keunikan kitab ini:
“Tidak hanya sekedar kumpulan doa, penulis juga menyertakan penjelasan singkat tentang asbabul wurud (sebab-sebab munculnya hadits) yang memperkaya pemahaman pembaca,”bebernya. Ia menegaskan, karya seperti ini sangat dibutuhkan di tengah maraknya konten keagamaan di media sosial yang seringkali belum terverifikasi.
Peserta dibekali dengan ringkasan kitab berupa buku kecil seukuran saku (pocket book) yang bisa dibawa kemanapun. Selain itu, panitia juga merilis aplikasi digital pendamping yang memudahkan jamaah dalam mencari doa spesifik berdasarkan konteks kegiatan.
Amalan di Malam Hari dan Refleksi Bersama
Acara ditutup pada malam harinya dengan majelis dzikir bersama yang dipandu oleh Ustadz Ahmad Farhan Najib langsung. Jamaah diajak membaca beberapa dzikir pilihan yang terdapat dalam kitab, seperti doa taubat, doa perlindungan dari mara bahaya, dan doa meminta keberkahan hidup. Momen ini menjadi refleksi betapa pentingnya mengembalikan kebiasaan berdoa dan berdzikir dalam setiap sendi kehidupan, sejalan dengan esensi kitab yang baru saja diluncurkan.
Ketika ditanya mengenai rencana distribusi, perwakilan penerbit Pustaka Al-Hikmah menyebutkan bahwa kitab sudah bisa didapatkan di toko buku Islam terkemuka dan platform e-commerce. Mereka juga akan mencetak edisi jilid khusus yang menyasar pesantren dan majelis taklim. “Kami menargetkan distribusi ke 10 ribu pesantren dalam waktu tiga bulan ke depan,” klaimnya.
Suksesnya acara ini membuktikan bahwa masyarakat Jakarta dan sekitarnya masih sangat menghargai kegiatan keagamaan berbasis keilmuan. Masjid Sunda Kelapa berkomitmen untuk terus menjadi pusat syiar Islam yang moderat, ilmiah, dan inklusif. Ithaf Ummati Al-Muqtafa bukan sekedar kumpulan doa, melainkan juga ikhtiar kolektif untuk menyebarkan cahaya ilmu di tengah kehidupan yang serba cepat.
Comments (0)